
Foto: Google Images
Mounture.com — Aktivitas pendakian di Gunung Agung, Bali, akan ditutup sementara mulai 28 Maret hingga 24 April 2026. Penutupan ini dilakukan seiring pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan besar di Pura Agung Besakih.
Himbauan tersebut disampaikan oleh Prawartaka Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh melalui surat resmi tertanggal 6 Maret 2026.
Dalam pengumuman tersebut, masyarakat dan para pendaki diminta untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di Gunung Agung selama periode tersebut.
Penutupan sementara jalur pendakian dilakukan karena berlangsungnya upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.
Upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh merupakan salah satu ritual penting dalam tradisi Hindu Bali yang biasanya dihadiri oleh umat dari berbagai daerah di Pulau Bali.
Dalam surat tersebut, pengurus upacara mengimbau seluruh masyarakat untuk menghormati pelaksanaan ritual tersebut dengan tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Agung.
BACA JUGA: Jalur Jolotundo Gunung Penanggungan: Pendakian Ekstrem dengan Jejak Candi Peninggalan Majapahit
Panitia juga mengingatkan bahwa himbauan ini perlu dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, baik secara sekala (fisik) maupun niskala (spiritual), sesuai dengan nilai-nilai tradisi masyarakat Bali.
Karena itu, para wisatawan maupun pendaki yang berencana mendaki Gunung Agung diminta untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka selama periode penutupan berlangsung.
Sebagai gunung tertinggi di Bali dengan ketinggian sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Agung menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki dan pecinta alam.
Gunung ini juga memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat Bali karena lokasinya yang berdekatan dengan Pura Agung Besakih, yang dikenal sebagai pura terbesar dan paling suci di pulau tersebut.
Penutupan jalur pendakian saat berlangsungnya upacara keagamaan besar merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal yang dijaga oleh masyarakat Bali.
(mc/ril)






