Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, 17 Juta Wisatawan Kunjungi Destinasi Favorit di Indonesia

Kawasan Malioboro Yogyakarta masih menjadi salah satu tempat nongkrong favorit – Foto: Shutterstock/Daniel_Ferryanto

Mounture.com — Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa total pergerakan penumpang nasional selama periode Lebaran mencapai sekitar 147,55 juta orang.

Data tersebut berasal dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan menunjukkan angka tersebut meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal.

“Sekitar 12 persen atau setara dengan sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran tahun ini untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Jumlah ini meningkat 6,3 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata di Jawa Tengah Tembus 5,86 Juta Orang

Sejumlah destinasi wisata populer mencatat lonjakan kunjungan selama libur Lebaran 2026. Beberapa lokasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan antara lain:

1. Malioboro – 468.004 pengunjung

2. Taman Impian Jaya Ancol – 343.623 pengunjung

3. Kebun Binatang Ragunan

4. Kota Lama Semarang

5. Masjid Al Jabbar

6. Pantai Pangandaran

7. Monumen Nasional

8. Masjid Agung Demak

9. Telaga Sarangan

10. Taman Safari Indonesia Bogor

Destinasi-destinasi tersebut menjadi magnet utama wisatawan yang memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.

BACA JUGA: Penumpang Whoosh Tembus 311 Ribu Saat Lebaran 2026, KCIC Catat Kenaikan 7 Persen

Meski rata-rata pengeluaran wisatawan per keluarga dan per orang mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu, total pengeluaran sektor pariwisata justru meningkat signifikan.

Berdasarkan data pendekatan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia:

– Pengeluaran rata-rata per keluarga turun dari sekitar Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta

– Pengeluaran rata-rata per orang turun dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta

Namun secara keseluruhan, total pengeluaran di sektor pariwisata meningkat dari sekitar Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026.

Menurut Ni Luh Puspa, fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. “Hal ini menunjukkan ada pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, khususnya pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Kemenpar juga memantau jumlah kunjungan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) selama periode Lebaran 2026.

Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, yakni 10 DPP mencapai 6,66 juta pergerakan wisatawan (naik 13,74% dari 2025), dan 3 DPR mencapai 6,1 juta pergerakan wisatawan (naik 24,63% dari 2025).

Peningkatan terbesar terjadi di Raja Ampat – naik 19,9 persen, dan Kepulauan Riau – naik 125,5 persen.

Dari aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran masyarakat di destinasi prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun, atau sekitar 61,8 persen dari total belanja pariwisata nasional.

(mc/ril)