
Mounture.com — Operasi penyelamatan dramatis berhasil dilakukan Helikopter FINNS Search & Rescue di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Seorang wisatawan asal Malaysia yang mengalami cedera serius usai terjatuh saat turun dari puncak Rinjani akhirnya berhasil dievakuasi setelah proses penyelamatan bertahap yang terkendala cuaca ekstrem dan kabut tebal di area pegunungan.
Misi evakuasi medis tersebut melibatkan koordinasi antara BASARNAS, SGI Air Bali, dan Nusa Medica, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur tanggap darurat berbasis swasta untuk menjangkau wilayah terpencil di Indonesia.
Insiden terjadi pada 25 Mei 2026 ketika wisatawan perempuan asal Malaysia mengalami kecelakaan saat menuruni jalur puncak Gunung Rinjani. Korban mengalami nyeri punggung serius dan cedera akibat trauma setelah terjatuh di jalur pendakian.
Dalam kondisi darurat, korban sempat dibantu secara manual oleh sesama pendaki menuju area tenda darurat sambil menunggu proses evakuasi dilakukan.
BACA JUGA: Registrasi Pendakian Gunung Merbabu Juni 2026 Resmi Dibuka
Pada pukul 15.13 WITA, SGI menerima permintaan bantuan darurat dari Nusa Medica. Tim kemudian bergerak cepat melakukan persiapan operasional, mulai dari pengecekan helikopter, evaluasi cuaca, hingga perencanaan jalur penerbangan menuju Gunung Rinjani.
Helikopter FINNS Search & Rescue lepas landas dari Bali pada pukul 16.16 WITA dan tiba di lokasi korban sekitar pukul 17.05 WITA. Namun situasi di lapangan berubah drastis akibat kabut tebal dan jarak pandang yang sangat terbatas di kawasan pegunungan.
Kru sempat melakukan beberapa pola putaran di udara sambil mengevaluasi kemungkinan evakuasi aman. Sayangnya, kondisi cuaca terus memburuk dan operasi terpaksa dihentikan demi keselamatan penerbangan.
Selain faktor cuaca, regulasi penerbangan Indonesia yang mewajibkan operasi helikopter dihentikan sebelum matahari terbenam juga menjadi pertimbangan utama. Tim akhirnya memutuskan kembali ke pangkalan dan mendarat aman di Bali pada pukul 18.02 WITA.
Operasi penyelamatan kembali dilanjutkan pada pagi hari, 26 Mei 2026, setelah kondisi cuaca di Gunung Rinjani dilaporkan membaik secara signifikan.
Helikopter kembali lepas landas dari Bali pada pukul 07.05 WITA dan berhasil mencapai lokasi korban sekitar pukul 08.10 WITA. Setelah melakukan penilaian dari udara, personel hoist diturunkan untuk memastikan area pendaratan aman bagi helikopter.
Beberapa menit kemudian, helikopter berhasil mendarat langsung di dekat lokasi korban pada pukul 08.13 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi sadar, namun tidak mampu bergerak secara mandiri akibat cedera yang dialaminya.
BACA JUGA: 6 Etika Pendakian Gunung yang Wajib Dipatuhi Pendaki agar Alam Tetap Lestari
Tim penyelamat segera mengamankan korban ke atas tandu sebelum diterbangkan keluar dari kawasan Gunung Rinjani. Helikopter kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 08.16 WITA dan tiba di SGI Heliport Bali pukul 09.04 WITA.
Setibanya di Bali, korban langsung dipindahkan ke ambulans Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
Global COO FINNS, Paul Hussey, mengatakan operasi ini menjadi bukti pentingnya layanan penerbangan tanggap cepat di Indonesia, khususnya di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.
“Operasi seperti ini adalah alasan mengapa Helikopter FINNS Search & Rescue hadir. Ketika seseorang terluka di area terpencil atau pegunungan, waktu menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi pegunungan memiliki tantangan besar karena cuaca dapat berubah hanya dalam hitungan menit, sehingga kru harus mengambil keputusan operasional secara cepat dan tepat demi keselamatan seluruh pihak.
Sementara itu, CEO SGI Air Bali, Paul Doxey, menyebut keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi yang kuat antara seluruh tim penyelamat.
“Kondisi cuaca pada hari pertama membuat operasi penyelamatan tidak aman, namun kru tetap siaga dan langsung melanjutkan misi begitu kondisi membaik,” katanya.
Misi penyelamatan ini menjadi salah satu contoh penting bagaimana kolaborasi antara lembaga pemerintah, tenaga medis, dan dukungan swasta mampu menghadirkan respons darurat yang cepat di wilayah-wilayah sulit dijangkau seperti Gunung Rinjani.
Untuk bantuan darurat dan operasi pencarian serta penyelamatan, masyarakat dapat menghubungi BASARNAS melalui nomor darurat 115.
(mc/pd)







