Hari Kartini 2026: Petugas LRT Jabodebek Berkebaya, Ada Lomba “Kartini Kini” Berhadiah Rp500 Ribu

Petugas LRT Jabodebek Berkebaya

Mounture.com — Peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026 terasa berbeda di layanan LRT Jabodebek. Seluruh petugas frontliner tampil mengenakan kebaya di stasiun, menghadirkan nuansa budaya sekaligus memperkuat makna emansipasi perempuan di ruang transportasi publik modern.

Inisiatif ini tidak sekadar simbolik, tetapi menjadi representasi komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan layanan yang inklusif, humanis, dan dekat dengan nilai budaya Indonesia.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa Hari Kartini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran perempuan dalam operasional transportasi publik.

“Kartini masa kini hadir di berbagai lini, termasuk di sektor transportasi publik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berorientasi pada pelanggan,” ujarnya.

Kehadiran petugas berkebaya juga memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengguna sekaligus memperkuat identitas layanan yang ramah dan berkarakter.

BACA JUGA: Danau Laputi di Sumba: Surga Tersembunyi dengan Air Jernih dan Belut Keramat

Tidak hanya menghadirkan suasana tematik di stasiun, LRT Jabodebek juga menggelar program lomba konten bertajuk “Kartini Kini”.

Dalam kompetisi ini, masyarakat diajak untuk membuat foto atau video kreatif bertema “Kartini Kekinian” di area stasiun maupun di dalam kereta LRT Jabodebek.

Peserta berkesempatan mendapatkan hadiah berupa saldo e-wallet hingga Rp500.000.

Program ini berlangsung pada 20–27 April 2026 dan terbuka untuk umum melalui platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Melalui kombinasi pelayanan tematik dan aktivasi digital, LRT Jabodebek tidak hanya memperingati Hari Kartini secara seremonial, tetapi juga menghadirkan semangat emansipasi dalam konteks mobilitas urban.

“Transportasi publik bukan hanya tentang perpindahan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekspresi budaya. Kami ingin menjadikan LRT Jabodebek sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat,” tambah Radhitya.

Berbagai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam memperkuat posisinya sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu, tetapi juga relevan secara sosial dan kultural.

Dengan pendekatan ini, LRT Jabodebek berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga bermakna bagi masyarakat perkotaan.

(mc/ril)