
Mounture.com — Penutupan sementara Jalur Pendakian Thekelan Gunung Merbabu tidak membuat kawasan tersebut ditinggalkan. Di tengah penutupan, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu justru terus melakukan upaya pemulihan dan perbaikan jalur.
Salah satunya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalur pendakian Thekelan. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur untuk memastikan kawasan tetap terjaga selama jalur pendakian ditutup sementara.
Informasi tersebut disampaikan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui akun Instagram resminya, @btn_gn_merbabu.
Kegiatan pembersihan sampah dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, dengan melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu bersama Karang Taruna Ngudi Luhur, porter, dan ojek.
Total terdapat 70 personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka melakukan pembersihan mulai dari Pintu Rimba hingga Pemancar Jalur Thekelan.
Hasilnya, sekitar 30 karung sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan jalur pendakian Gunung Merbabu. Jika ditotal, sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 106 kilogram.
BACA JUGA: Gunung Slamet via Bambangan dan Dipajaya Ditutup 15-17 September 2026
Beragam jenis sampah ditemukan sepanjang jalur yang dibersihkan. Sampah tersebut antara lain botol minuman, plastik, puntung rokok, tisu, hingga emergency blanket.
Seluruh sampah kemudian dikumpulkan dan dibawa keluar dari kawasan taman nasional untuk selanjutnya dikirim ke tempat pembuangan sampah (TPS). Pembersihan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kawasan Gunung Merbabu, khususnya selama Jalur Pendakian Thekelan masih ditutup sementara.
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menekankan bahwa penutupan jalur bukan berarti kawasan tersebut ditinggalkan.
Sebaliknya, masa penutupan dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan perbaikan dan pemulihan kawasan agar kondisi jalur menjadi lebih baik ketika nantinya kembali dibuka untuk pendakian.
Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian gunung bukan hanya tanggung jawab pengelola kawasan.
Pendaki, porter, masyarakat sekitar, pelaku jasa wisata, dan seluruh pengunjung memiliki peran dalam menjaga kebersihan serta kelestarian Gunung Merbabu.
BACA JUGA: Kronologi Pendaki Gunung Semeru Tersesat hingga Berhasil Ditemukan Tim SAR
Kegiatan bersih sampah di Jalur Thekelan menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjaga kawasan Gunung Merbabu.
Dengan terkumpulnya sekitar 106 kg sampah, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya sampah yang perlu ditangani di sepanjang jalur pendakian.
Botol plastik, tisu, puntung rokok, hingga perlengkapan darurat yang ditinggalkan di gunung tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga dapat menjadi persoalan bagi kelestarian lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, pendaki yang nantinya kembali melakukan perjalanan melalui Jalur Thekelan diharapkan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian.
Jalur yang bersih akan mendukung pengalaman pendakian yang lebih baik sekaligus menjaga ekosistem Gunung Merbabu tetap lestari.
(mc/pd)





