
Ilustrasi Porter di gunung – Foto: Mounture.com/Dion
Mounture.com — Balai Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan wisata alam sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi. Salah satu kebijakan terbaru yang akan diterapkan adalah kewajiban kepemilikan kartu pass bagi guide dan porter Gunung Rinjani.
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2027. Seluruh pemandu pendakian (guide) dan porter yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani diwajibkan memiliki kartu pass resmi yang berlaku selama satu tahun dan harus diperpanjang secara berkala.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pendakian yang lebih aman, tertib, profesional, dan berkelanjutan di salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia.
Sebelum penerapan kebijakan tersebut, Balai TN Gunung Rinjani akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh guide dan porter yang aktif memberikan layanan kepada pendaki.
Proses pendataan akan dilakukan melalui Forum Wisata Lingkar Rinjani, yang nantinya menjadi jalur resmi bagi para pelaku jasa wisata untuk memperoleh kartu pass guide dan porter.
Dengan adanya pendataan ulang ini, pihak pengelola dapat memastikan bahwa seluruh guide dan porter yang beroperasi di kawasan Rinjani telah terverifikasi dan tercatat secara resmi.
BACA JUGA: 7 Pasar Setan di Gunung Indonesia yang Paling Melegenda, Ada yang Konon Bisa Diajak Bertransaksi
Penerapan kartu pass tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi bagi guide dan porter, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan wisata pendakian.
Beberapa tujuan utama kebijakan ini antara lain:
1. Meningkatkan Keselamatan Pendaki
Guide dan porter memiliki peran penting dalam membantu pendaki menghadapi berbagai tantangan di jalur pendakian Rinjani yang terkenal cukup berat.
Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pengelola dapat memastikan bahwa para pelaku jasa wisata memahami standar keselamatan dan prosedur penanganan kondisi darurat di lapangan.
2. Mendorong Pelayanan yang Lebih Profesional
Melalui mekanisme registrasi dan kartu pass resmi, diharapkan kualitas pelayanan kepada wisatawan dapat semakin meningkat. Guide dan porter yang telah terdata akan menjadi bagian dari sistem wisata yang lebih terorganisir dan profesional.
3. Menjaga Kelestarian Lingkungan Rinjani
Gunung Rinjani merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi. Oleh karena itu, keberadaan guide dan porter tidak hanya berperan dalam mendampingi pendaki, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menjaga lingkungan.
Mereka diharapkan aktif mengedukasi wisatawan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mematuhi aturan konservasi selama berada di kawasan taman nasional.
BACA JUGA: Cara Mencari Pemandu Gunung Bersertifikasi BNSP Anggota APGI, Pendakian Lebih Aman dan Profesional
Balai TN Gunung Rinjani menegaskan bahwa tugas guide dan porter jauh lebih luas dibanding sekadar mengantar pendaki menuju tujuan. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai aspek pendakian, antara lain:
– Menjaga Kebersihan Jalur Pendakian
Guide dan porter menjadi pihak yang paling sering berinteraksi langsung dengan wisatawan selama pendakian. Karena itu, mereka memiliki peran strategis dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik serta mengurangi pencemaran lingkungan.
– Menjamin Keselamatan Pengunjung
Kondisi cuaca yang berubah cepat, medan yang menantang, serta aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi membuat aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Guide dan porter berperan membantu pendaki memahami risiko perjalanan sekaligus memberikan pendampingan selama berada di jalur pendakian.
– Melindungi Ekosistem Taman Nasional
Sebagai kawasan konservasi, Gunung Rinjani memiliki beragam flora dan fauna yang perlu dilindungi. Kehadiran guide dan porter diharapkan mampu membantu mengawasi aktivitas wisata agar tetap sejalan dengan prinsip pelestarian alam.
– Memberikan Layanan Wisata yang Bertanggung Jawab
Profesionalisme guide dan porter akan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra positif wisata pendakian Gunung Rinjani, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kebijakan kartu pass bagi guide dan porter menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tata kelola wisata alam di Gunung Rinjani.
Dengan adanya sistem registrasi yang lebih tertata, Balai TN Gunung Rinjani berharap seluruh pelaku jasa wisata dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan pengalaman pendakian yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan wisata, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Gunung Rinjani sebagai salah satu ikon wisata alam Indonesia.
(mc/pd)





