DAMRI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026, Okupansi Tertinggi Capai 57 Persen

  • 14 March 2026 08:12
Bus Damri

Foto: DAMRI

Mounture.com — Perusahaan transportasi darat milik negara, DAMRI, mencatat tren peningkatan pemesanan tiket bus untuk mudik Lebaran 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data pemesanan tiket per 10 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, sejumlah tanggal keberangkatan menjelang puncak arus mudik mulai menunjukkan peningkatan tingkat keterisian kursi pada layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Meski demikian, beberapa tanggal keberangkatan masih memiliki tingkat keterisian kursi yang relatif rendah. Di antaranya pada 21–22 Maret 2026 serta 30 Maret hingga 1 April 2026, yang masing-masing masih berada di bawah 30 persen okupansi.

Kondisi ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik dengan lebih fleksibel dan nyaman.

Sementara itu, pemesanan tiket mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang periode puncak mudik. Beberapa tanggal dengan tingkat keterisian tertinggi tercatat pada 17 dan 18 Maret 2026, dengan okupansi kursi yang telah mencapai sekitar 57 persen.

Secara keseluruhan, DAMRI menyediakan lebih dari 220 ribu kursi selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Dengan kapasitas tersebut, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk memilih jadwal perjalanan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan.

Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., mengatakan bahwa ketersediaan kursi yang masih luas memberikan alternatif waktu perjalanan bagi masyarakat.

“DAMRI mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal keberangkatan dengan tingkat keterisian kursi yang masih rendah sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih leluasa dan nyaman,” ujarnya.

BACA JUGA: Nyepi 2026 di Bali: Saat Pulau Dewata Terdiam 24 Jam dalam Keheningan

Ia menambahkan bahwa fleksibilitas perjalanan mudik tahun ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) serta pengaturan cuti bersama Lebaran 2026.

Berdasarkan kebijakan tersebut, skema WFA sebelum Lebaran diterapkan pada 16–17 Maret 2026. Sementara itu, WFA setelah Lebaran berlangsung pada 25–27 Maret 2026.

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat tetap menjalankan pekerjaan dari lokasi lain tanpa harus berada di kantor, sehingga waktu perjalanan mudik dapat diatur lebih fleksibel.

Menurut Septian, masyarakat dapat memanfaatkan periode sebelum puncak arus mudik, yakni pada 11–15 Maret 2026, untuk berangkat lebih awal. Dengan demikian, perjalanan mudik tetap dapat dilakukan sambil memanfaatkan skema WFA pada 16–17 Maret.

Di sisi lain, arus balik juga dapat direncanakan setelah periode padat dengan memilih tanggal 30 Maret hingga awal April 2026 yang saat ini masih memiliki tingkat keterisian kursi relatif rendah.

“Dengan adanya kebijakan WFA dan cuti bersama Idul Fitri, masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih strategis,” kata Septian.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, DAMRI menyiapkan sekitar 1.800 armada bus untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kesiapan armada tersebut, perusahaan menargetkan dapat melayani hingga 2,7 juta penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari kepadatan pada puncak arus mudik sekaligus memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan.

(mc/ril)