
Foto: klook.com
Mounture.com — Bukit Pergasingan, salah satu destinasi wisata alam favorit di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi ditutup sementara mulai 30 Juli 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Penutupan dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan di kawasan wisata tersebut.
Pengelola menyampaikan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kelestarian alam sekaligus memulihkan kondisi Bukit Pergasingan agar tetap nyaman, aman, dan layak dikunjungi oleh wisatawan di masa mendatang.
Dalam pengumuman resminya, pengelola menyebutkan bahwa kondisi sampah di kawasan Bukit Pergasingan telah memasuki tahap darurat sehingga diperlukan penutupan sementara untuk proses pembersihan dan pemulihan lingkungan.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk komitmen dalam menjaga ekosistem kawasan wisata yang selama ini dikenal memiliki panorama indah dengan pemandangan Gunung Rinjani, hamparan sawah Sembalun, serta menjadi salah satu destinasi favorit bagi pendaki pemula maupun pemburu matahari terbit.
BACA JUGA: Gunung Rinjani Siapkan Aturan Baru, Pendaki Wajib Ikut Ritual Sembeq Buraq
Pengelola belum menetapkan kapan Bukit Pergasingan akan kembali dibuka untuk umum. Proses pembukaan akan dilakukan setelah kondisi kawasan dinilai bersih, aman, dan siap menerima kunjungan wisatawan kembali.
Selama masa penutupan, masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha wisata diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan dengan menghormati kebijakan yang telah ditetapkan.
Selain itu, pengelola juga mengajak seluruh pengunjung untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan saat berwisata, terutama dengan tidak meninggalkan sampah di kawasan alam.
Kasus penumpukan sampah di kawasan wisata alam bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Meningkatnya jumlah kunjungan wisata sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran pengunjung dalam membawa kembali sampah yang dihasilkan.
Prinsip Leave No Trace atau tidak meninggalkan jejak menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap pendaki maupun wisatawan. Dengan membawa turun seluruh sampah, menggunakan kembali perlengkapan yang ramah lingkungan, serta menjaga kebersihan jalur pendakian, kelestarian kawasan wisata dapat terus terjaga.
Pengelola berharap proses pemulihan Bukit Pergasingan dapat berjalan lancar sehingga destinasi ini dapat segera dibuka kembali dalam kondisi yang lebih bersih, nyaman, dan lestari untuk dinikmati seluruh pencinta alam.
(mc/ns)





