Balai TN Merbabu: Pendaki yang Meninggal di Jalur Selo Diduga Alami Masalah Kesehatan

Merbabu

Foto: Merapi Merbabu de Trail

Mounture.com — Seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu melalui Jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Korban diketahui mengalami insiden saat perjalanan menuju puncak dan diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan yang dimilikinya.

Informasi tersebut disampaikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (Balai TN Gunung Merbabu) melalui keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (12/6/2026).

Korban diketahui bernama Widodo (44), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Lingkungan Gintungan, Desa Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil koordinasi Balai TN Gunung Merbabu dengan Polsek Selo, korban melakukan pendakian bersama adik kandungnya melalui Jalur Selo.

Pendakian dimulai dari basecamp di Desa Selo pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu, korban sempat beristirahat di kawasan Sabana 2 sebelum melanjutkan pendakian.

Namun saat melintasi jalur antara Pos 5, Sabana 2 menuju Watu Lumpang, korban dilaporkan terjatuh dan tidak sadarkan diri.

BACA JUGA: Pendaki Gunung Lawu via Cemorosewu Wajib Tahu! Ini Aturan Terbaru yang Harus Dipatuhi

Menurut informasi dari Polsek Selo, kejadian yang menimpa korban merupakan kecelakaan yang sepenuhnya berkaitan dengan kondisi kesehatan atau medis yang dimiliki korban.

Setelah menerima laporan kejadian, tim relawan pendakian dari Desa Selo segera melakukan proses evakuasi.

Upaya evakuasi berlangsung sejak pagi hari hingga akhirnya korban berhasil dibawa turun ke basecamp sekitar pukul 11.30 WIB.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Balai TN Gunung Merbabu menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas.

Pihak taman nasional juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pendaki tersebut dan mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini dan mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis Balai TN Gunung Merbabu dalam keterangannya.

BACA JUGA: Fenomena Bediding Kembali Terjadi, Ini Penyebab Udara Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum melakukan aktivitas pendakian gunung.

Balai TN Gunung Merbabu mengimbau seluruh masyarakat agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian dan mengutamakan aspek keselamatan selama berada di kawasan gunung.

Selain mempersiapkan perlengkapan yang memadai, pendaki juga disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki riwayat penyakit tertentu yang berpotensi membahayakan saat melakukan aktivitas fisik berat di ketinggian.

Pendakian gunung membutuhkan kondisi tubuh yang prima karena jalur yang menanjak, perubahan suhu, serta minimnya kadar oksigen di ketinggian dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi pendaki yang memiliki penyakit bawaan.

Musibah yang terjadi di Gunung Merbabu ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesiapan fisik harus menjadi prioritas utama sebelum memulai perjalanan menuju puncak.

(mc/ril)