
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Mounture.com — Kabar baik bagi para pendaki. Aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan kembali dibuka mulai 13 April 2026.
Pembukaan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor 06 Tahun 2026 tentang pembukaan kegiatan pendakian.
Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, di Cibodas pada 10 Maret 2026.
Sebelumnya, aktivitas pendakian di kawasan Gunung Gede Pangrango sempat ditutup sementara.
Penutupan dilakukan untuk mempertimbangkan keselamatan pengunjung akibat cuaca ekstrem serta memberi waktu bagi pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional.
Melalui surat edaran terbaru tersebut, Balai Besar TNGGP menyatakan jalur pendakian akan kembali dibuka untuk umum mulai 13 April 2026.
Keputusan ini diharapkan memberikan kepastian bagi para pendaki, wisatawan, serta penggiat alam bebas yang ingin kembali beraktivitas di kawasan gunung populer di Jawa Barat tersebut.
BACA JUGA: Tarif Pendakian Gunung Lawu Naik Mulai 1 April 2026, Ini Aturan Baru Jalur Ceto dan Cemoro Kandang
Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran untuk tanggal 1 hingga 12 April 2026 tidak dapat melakukan pendakian sesuai jadwal awal.
Para calon pendaki diminta untuk menghubungi Call Center Balai Besar TNGGP guna melakukan proses reschedule atau pengembalian dana (refund).
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center: 0811 915 5 815, Instagram: @bbtn_gn_gedepangrango, Facebook: BBTN Gede Pangrango, atau Twitter/X: @TNGedePangrango.
Gunung Gede dan Gunung Pangrango merupakan dua gunung yang berada dalam satu kawasan taman nasional yang sama dan menjadi salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia.
Gunung ini terkenal dengan berbagai spot ikonik seperti Alun-Alun Suryakencana, padang edelweiss yang luas dan menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian mulai pertengahan April 2026, diharapkan aktivitas wisata alam di kawasan TNGGP dapat kembali berjalan normal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
(mc/ril)





