24 Gunung Api Indonesia Status Waspada 2026, Ini Daftarnya! Ada Bromo hingga Rinjani

Foto: rinjaniviaaikberik.com

Mounture.com — Status aktivitas gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data terbaru dari Magma Indonesia per 12 April 2026, sebanyak 24 gunung api berada pada Level II (Waspada).

Level II (Waspada) menandakan bahwa aktivitas vulkanik mulai meningkat, baik dari hasil pengamatan visual maupun instrumental. Dalam kondisi ini, potensi erupsi bisa terjadi, meski belum dalam waktu yang pasti.

Situasi ini tentu perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung maupun para pendaki.

Adapun dalam sistem pemantauan gunung api di Indonesia, status Level II (Waspada) berarti terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, gempa vulkanik mulai lebih sering terjadi, gas dan asap kawah bisa meningkat, serta potensi erupsi tetap ada.

Masyarakat biasanya diimbau untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan kawah dan selalu mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang seperti PVMBG.

BACA JUGA: Sejarah Gunung Merbabu: Asal Nama, Aktivitas Vulkanik, hingga Jalur Pendakian Favorit Pendaki

Berikut daftar lengkap gunung api yang masuk Level II:

Sumatera dan sekitarnya

– Gunung Sinabung

– Gunung Sorikmarapi

– Gunung Marapi

– Gunung Kerinci

– Gunung Dempo

– Anak Krakatau

– Gunung Bur Ni Telong

Jawa

– Gunung Bromo

– Gunung Raung

– Gunung Slamet

BACA JUGA: Urutan Prioritas Alat Pendakian yang Harus Dimiliki Pendaki Pemula

Bali, NTB dan NTT

– Gunung Rinjani

– Gunung Tambora

– Gunung Sangeangapi

– Gunung Ili Lewotolok

– Gunung Iya

– Gunung Lewotobi Laki-laki

Sulawesi

– Gunung Awu

– Gunung Karangetang

– Gunung Lokon

– Gunung Soputan

Maluku dan Maluku Utara

– Gunung Banda Api

– Gunung Dukono

– Gunung Gamalama

– Gunung Ibu

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik ini, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk tidak mendekati kawah aktif, mematuhi radius bahaya yang ditetapkan, menggunakan masker jika terjadi hujan abu, dan selalu memantau informasi resmi.

Bagi para pendaki, penting untuk mengecek status gunung sebelum melakukan aktivitas. Banyak jalur pendakian bisa ditutup sewaktu-waktu demi keselamatan.

(mc/ril)