Gunung Selokurung Larang Pendaki Bawa Tisu Basah, Dendanya Rp500 Ribu per Lembar

Gunung Selokurung

Foto: instagram/@Selokurung Mountain

Mounture.com — Pendaki yang berencana mendaki Gunung Selokurung dengan ketinggian 1.038 meter di atas permukaan laut (mdpl) melalui jalur Waturejo perlu memperhatikan sejumlah aturan yang berlaku sebelum memulai perjalanan.

Ketentuan tersebut mencakup perlengkapan pendakian yang wajib dibawa, jam operasional registrasi, larangan membuat api unggun, hingga kewajiban membawa turun sampah. Pendaki juga perlu memperhatikan aturan khusus terkait barang bawaan yang tidak diperbolehkan selama melakukan pendakian.

Penerapan standar operasional prosedur (SOP) pendakian ini menjadi hal yang perlu dipahami setiap pengunjung agar perjalanan berjalan tertib dan kelestarian kawasan tetap terjaga.

Berdasarkan informasi mengenai SOP pendakian Gunung Selokurung via Waturejo, berikut sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan pendaki.

1. Ketentuan bagi pendaki tektok

Pendaki yang melakukan perjalanan tektok atau mendaki tanpa bermalam diwajibkan membawa perlengkapan pribadi, meliputi jas hujan untuk setiap orang, senter atau headlamp, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Selain itu, setiap pendaki wajib menggunakan sepatu selama perjalanan dan membawa air minum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan sepanjang pendakian.

Perlengkapan tersebut penting untuk menunjang keselamatan, terutama ketika menghadapi perubahan cuaca atau kondisi jalur yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

2. Pendaki dilarang membawa tisu basah

Salah satu aturan yang perlu mendapat perhatian adalah larangan membawa tisu basah ke jalur pendakian Gunung Selokurung. Pendaki yang kedapatan membawa tisu basah disebut akan dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp500.000 per lembar oleh petugas pos perizinan.

Aturan ini perlu diperhatikan sejak tahap persiapan. Pendaki sebaiknya memeriksa kembali isi tas sebelum berangkat agar tidak membawa barang yang dilarang.

BACA JUGA: Fasilitas Rest Shelter Gunung Rinjani Dicuri, Baterai hingga Lampu Dilaporkan Hilang

3. Wajib membawa turun sampah

Setiap pendaki diwajibkan membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan, termasuk sampah pribadi.

Pendaki juga perlu memastikan daftar sampah yang menjadi ketentuan pengelola telah dipenuhi. Apabila daftar sampah tidak lengkap, pendaki dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan petugas pos perizinan.

Kewajiban ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan gunung bukan hanya tanggung jawab petugas atau pengelola, melainkan juga setiap orang yang berkunjung.

4. Dilarang membuat api unggun

Pendaki dilarang membuat perapian maupun api unggun di sepanjang jalur pendakian, area pos, dan kawasan perkemahan.

Larangan tersebut perlu dipatuhi untuk membantu menjaga keamanan kawasan dan mengurangi risiko kebakaran. Pendaki sebaiknya tidak menyalakan api sembarangan selama berada di gunung.

5. Ketentuan pendakian dan berkemah

SOP pendakian Gunung Selokurung via Waturejo juga mencantumkan ketentuan terkait pendaki perempuan yang sedang menstruasi. Dalam aturan tersebut, pendaki perempuan yang sedang menstruasi tidak diizinkan melakukan pendakian.

Sementara itu, ketentuan mengenai pendaki yang melakukan perjalanan tektok juga perlu diperhatikan bersama aturan perlengkapan wajib yang telah ditetapkan.

Bagi pendaki yang berencana berkemah, informasi SOP mencantumkan ketentuan camp selama 24 jam. Pendaki tetap perlu mengikuti arahan petugas pos perizinan serta ketentuan yang berlaku di kawasan tersebut.

6. Dilarang melakukan vandalisme

Seluruh pendaki dilarang melakukan vandalisme di kawasan Gunung Selokurung, termasuk mencorat-coret fasilitas atau lingkungan serta menempelkan stiker. Pendaki diharapkan menjaga kondisi jalur, pos, dan area perkemahan agar tetap bersih dan tidak mengalami kerusakan akibat ulah pengunjung.

BACA JUGA: Gunung Lawu Masih Ditutup Usai Karhutla, Ini Syarat Jalur Pendakian Dibuka

Registrasi dan keberangkatan pendakian Gunung Selokurung via Waturejo dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pendaki disarankan datang dengan waktu yang cukup untuk menyelesaikan proses registrasi dan mempersiapkan perlengkapan sebelum memulai perjalanan.

Bagi pengunjung yang hendak melakukan registrasi di luar jam operasional tersebut, informasi yang tercantum dalam ketentuan pendakian mengarahkan pendaki untuk menuju Basecamp Omah Tepoes.

Sebelum berangkat, pendaki sebaiknya memastikan kembali informasi operasional dan persyaratan terbaru kepada pengelola atau petugas basecamp.

Memahami SOP sebelum mendaki merupakan bagian penting dari persiapan perjalanan. Selain menyiapkan fisik dan perlengkapan, pendaki juga perlu memastikan seluruh ketentuan pengelola telah dipenuhi.

Mulai dari membawa air minum, menggunakan sepatu, menyiapkan perlengkapan keselamatan, hingga membawa turun sampah, setiap aturan perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dengan mematuhi ketentuan yang berlaku, pendaki dapat membantu menjaga keamanan perjalanan sekaligus mempertahankan kelestarian Gunung Selokurung agar tetap nyaman dikunjungi.

(mc/pd)