Jalur Senaru Rinjani Ditutup, Pendaki Bisa Reschedule atau Lewat Sembalun

  • 26 September 2026 08:15

Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara Jalur Wisata Pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, mulai Sabtu, 26 September 2026. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan di wilayah kerja Resor Torean yang mengarah ke Pelawangan Senaru.

Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Balai TN Gunung Rinjani Nomor PG.7/T.39/TU/KSA.04.01/B/09/2026 tentang Penutupan Sementara Jalur Wisata Pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani.

Dalam pengumuman yang ditetapkan di Mataram pada 25 September 2026, disebutkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di wilayah kerja Resor Torean Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I hingga Jumat (25/9/2026) pukul 18.00 Wita telah mengarah ke Pelawangan Senaru.

Atas kondisi tersebut, Jalur Pendakian Senaru ditutup sementara mulai 26 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Selama proses penanganan kebakaran berlangsung, Balai TN Gunung Rinjani mengimbau pengunjung untuk tidak melalui jalur pendakian Senaru dan Torean.

Petugas juga akan memperketat pengamanan dan pengawasan kawasan, termasuk aktivitas pengunjung, patroli, pengendalian akses, serta pemeriksaan barang bawaan yang berpotensi menjadi sumber api.

Penggunaan api secara sembarangan di kawasan juga dilarang sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya kebakaran.

Balai TN Gunung Rinjani menyatakan akan memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kesiapan personel dan sarana prasarana.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI/Polri, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA: TN Komodo Tambah Kuota Kunjungan Minimal 500 Orang per Hari

Penutupan sementara ini juga berdampak pada calon pendaki yang telah memiliki e-ticket pendakian Senaru mulai 26 September 2026.

Balai TN Gunung Rinjani memberikan opsi kepada calon pendaki untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui Jalur Pendakian Sembalun sampai Jalur Senaru kembali dibuka.

Artinya, pendaki yang sudah memiliki tiket melalui Senaru tidak perlu memaksakan keberangkatan melalui jalur yang sedang ditutup.

Sementara itu, bagi pendaki yang saat ini masih melakukan aktivitas pendakian dan memilih Senaru atau Torean sebagai pintu keluar, Balai TN Gunung Rinjani mengarahkan agar mengalihkan jalur keluar melalui Sembalun sesuai arahan petugas di lapangan.

Pendaki diminta mengikuti instruksi petugas untuk memastikan proses evakuasi atau perubahan rute berlangsung sesuai kondisi terbaru di kawasan.

BACA JUGA: Pemula Ingin Naik Gunung 2.500 Mdpl? Coba 4 Gunung Ini

Balai TN Gunung Rinjani belum menetapkan kapan Jalur Pendakian Senaru akan kembali dibuka.

Status pembukaan kembali akan ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penanganan kebakaran hutan di wilayah kerja Resor Senaru dan Resor Torean, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I.

Balai TN Gunung Rinjani juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan penanganan kebakaran dan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan hasil tim di lokasi.

Dalam penanganan awal, petugas akan melibatkan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk membantu pemadaman sekaligus melakukan penilaian terhadap tingkat dan luasan kebakaran.

Dengan penutupan ini, pendaki yang berencana menuju Gunung Rinjani melalui Senaru perlu memperhatikan informasi resmi dari Balai TN Gunung Rinjani sebelum melakukan perjalanan.

Pendaki juga diimbau tidak mencoba memasuki jalur Senaru maupun Torean selama masa penutupan karena kondisi kawasan masih dalam penanganan kebakaran.

(om/pd)