
Penampakan Gunung Kerinci- Foto: Instagram/@jelajahkerinci)
Mounture.com — Program Bedah Gunung Seri II berlanjut ke Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Pulau Sumatra. Program tersebut menyasar pembenahan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui wilayah Solok Selatan, Sumatra Barat, dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, pengelolaan sampah, hingga budaya mendaki yang lebih bertanggung jawab.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram @ayoketamannasional_official. Program ini diinisiasi Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL), Kementerian Kehutanan, bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS).
Program Bedah Jalur Gunung Kerinci menjadi bagian dari upaya membangun jalur pendakian yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan. Selain pembenahan kondisi fisik jalur, program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam aktivitas pendakian.
Dalam unggahannya, terdapat empat tahapan utama yang menjadi bagian dari program Bedah Jalur Gunung Kerinci.
1. Deklarasi
Tahap awal berupa deklarasi komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mewujudkan jalur pendakian yang aman, bersih, dan berkelanjutan. Deklarasi menjadi landasan bersama sebelum proses peninjauan dan pembenahan jalur dilakukan.
2. Assessment Jalur
Tahap berikutnya adalah assessment atau peninjauan kondisi jalur pendakian. Kegiatan ini mencakup identifikasi berbagai risiko, titik rawan, serta kebutuhan perbaikan yang diperlukan di sepanjang jalur.
Assessment penting untuk menentukan bentuk pembenahan yang sesuai dengan kondisi medan dan kebutuhan pendaki.
3. Perbaikan Jalur
Setelah kondisi jalur dipetakan, tahapan berikutnya adalah perbaikan fisik. Pembenahan tidak hanya menyasar jalur pendakian, tetapi juga fasilitas pendukung, rambu-rambu, hingga titik istirahat.
Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pendakian yang lebih aman sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pendaki di Gunung Kerinci.
4. Pelatihan Pemanduan Gunung
Program Bedah Jalur juga mencakup pelatihan pemanduan gunung. Peningkatan kapasitas pemandu lokal diarahkan agar kegiatan pendakian dapat berlangsung secara lebih aman, profesional, dan berkelanjutan.
Keterlibatan pemandu lokal dinilai penting karena mereka memiliki pengetahuan mengenai karakter medan dan kondisi jalur di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Kenali 4 Tipe Pendaki yang Sering Bikin Kesal di Gunung
Selain empat tahapan program, Bedah Jalur Gunung Kerinci melalui Solok Selatan memiliki tiga perhatian utama, yakni keselamatan, pengelolaan sampah, dan budaya mendaki.
Aspek keselamatan ditempatkan sebagai prioritas untuk menciptakan aktivitas pendakian yang lebih aman bagi pengunjung.
Sementara itu, pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. Persoalan sampah di jalur pendakian selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan wisata alam.
Adapun budaya mendaki diarahkan agar semakin bertanggung jawab, termasuk dalam menjaga lingkungan, menghormati sesama pendaki, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di kawasan konservasi.
Gunung Kerinci sendiri merupakan salah satu destinasi pendakian paling populer di Sumatra. Dengan karakter medan dan lingkungan pegunungan yang khas, pembenahan jalur diharapkan tidak hanya meningkatkan aspek keselamatan, tetapi juga mendukung pengelolaan pendakian yang lebih berkelanjutan.
Program ini sekaligus mengingatkan bahwa pengalaman mendaki tidak berhenti ketika pendaki berhasil mencapai puncak. Cara seseorang memperlakukan jalur, lingkungan, dan sesama pendaki menjadi bagian penting dari etika dalam aktivitas pendakian.
Pertanyaannya kemudian, apa satu hal yang paling perlu dibenahi dari dunia pendakian Indonesia saat ini?
(mc/ns)





