
Mounture.com — JETE RUN Festival 2026 menghadirkan konsep berbeda dari ajang lari pada umumnya. Tak hanya menggelar lomba lari 5K dan 10K, event yang berlangsung di Balai Kota Surabaya ini memadukan olahraga dengan aktivitas wellness, lifestyle, kreativitas, hiburan, hingga komunitas.
Konsep tersebut membawa JETE RUN Festival 2026 meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.
Lebih dari 5.000 peserta mengikuti JETE RUN 2026 yang digelar pada Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Tak hanya satu, JETE juga memperoleh dua penghargaan MURI lainnya pada kesempatan yang sama, yakni sebagai merek aksesoris gawai dengan jaringan gerai terbanyak serta merek aksesoris gawai dengan jaringan layanan purna jual terbanyak.
JETE RUN Festival 2026 tidak hanya menempatkan perlombaan sebagai fokus utama. Sejak sebelum race day, peserta sudah diajak menikmati berbagai kegiatan melalui agenda Race Pack Collection yang berlangsung pada 4–5 September 2026 di Oval Atrium Ciputra World Surabaya.
Pengambilan race pack tersebut sekaligus menjadi bagian dari JETEFEST 2026. Peserta dapat menikmati berbagai aktivitas yang berkaitan dengan teknologi, komunitas, cosplay dan coswalk, serta hiburan.
Konsep festival kemudian berlanjut pada hari perlombaan di Balai Kota Surabaya.
Setelah menyelesaikan rute dan mencapai garis finish, peserta tidak langsung meninggalkan lokasi. Area acara tetap dirancang sebagai ruang untuk beristirahat, berkumpul, bertemu komunitas, menikmati hiburan, serta mengikuti berbagai aktivitas pendukung.
Format ini membuat JETE RUN 2026 tidak sekadar menjadi lomba lari, tetapi juga ruang interaksi bagi masyarakat dengan minat yang beragam.
BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini 8 Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik
Salah satu daya tarik utama JETE RUN Festival 2026 adalah kehadiran 21 aktivitas pendukung yang terbagi dalam berbagai kategori. Di sektor olahraga dan wellness, peserta dapat mengikuti pilates, poundfit, senam sehat, hingga zumba.
Sementara itu, sisi kreativitas diisi dengan sejumlah workshop, mulai dari meracik matcha, dekorasi bunga, meracik parfum, membuat aksesori custom, hingga melukis.
Tidak berhenti di sana, area festival juga menghadirkan kuliner dari sponsor dan pelaku UMKM, live music, serta berbagai permainan yang dapat dinikmati peserta maupun pengunjung.
Beragam kegiatan tersebut membuat area JETE RUN tetap hidup setelah perlombaan selesai. Pelari pun memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selain sekadar menyelesaikan rute lari.
Unsur lifestyle dalam JETE RUN Festival 2026 juga diperkuat melalui musik. JETE menghadirkan tiga single yang digunakan sebagai theme song JETE RUN 2026 dan tersedia di Spotify.
Founder dan CEO JETE, Jhonny Thio Doran, menyebut kehadiran musik tersebut menjadi salah satu gebrakan baru dalam rangkaian JETE RUN.
“Ini adalah gebrakan baru dari JETE, jadi kami merilis album yang berisi lagu penuh semangat dan bisa buat teman olahraga teman-teman semua. Lagu-lagu tersebut bisa didengarkan di layanan streaming musik Spotify,” ujar Jhonny.
Menurutnya, pengembangan konsep JETE RUN sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, termasuk olahraga dan gaya hidup.
BACA JUGA: Kawah Ijen Ditutup, Tiket Pendakian Bisa Refund Mulai 4 September 2026
Penghargaan untuk JETE RUN Festival 2026 menjadi bagian dari pencapaian tiga rekor MURI yang diraih JETE pada September 2026.
Selain mencatatkan rekor sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak, JETE mendapatkan penghargaan untuk kategori merek aksesoris gawai dengan jaringan gerai terbanyak dan merek aksesoris gawai dengan jaringan layanan purna jual terbanyak.
Ketiga penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian JETE RUN Festival 2026.
Jhonny mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan konsumen, masyarakat, keluarga, serta seluruh tim JETE.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat di Indonesia yang telah mendukung dan mempercayakan JETE sebagai pilihan Anda dalam beraktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, berolahraga, dan menikmati hiburan di era digital,” ujar Jhonny.
Meski mendapatkan penghargaan, Jhonny menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan alasan bagi JETE untuk berhenti berinovasi.
“Piagam MURI yang didapat memang menjadi pencapaian terbaik di tahun ini. Namun, kita janganlah berada di atas angin dan melupakan kualitas. Ini adalah sebagai pengingat bagi brand untuk terus berinovasi di tengah teknologi yang terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan JETE ke depan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk aksesoris gadget, smart home, wearable, hingga berbagai aktivitas olahraga yang mendukung gaya hidup sehat.
Perbedaan lain dalam JETE RUN Festival 2026 terlihat dari pemilihan lokasi. Setelah sebelumnya digelar di kawasan Citraland, tahun ini Balai Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi start sekaligus finish.
Pemilihan lokasi tersebut membuat peserta dapat menikmati suasana pusat Kota Surabaya selama berlari.
Untuk kategori 5K, peserta menempuh rute dari Balai Kota menuju Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Wuni sebelum kembali ke area finish.
Sementara kategori 10K memiliki rute yang lebih panjang dengan melewati Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, Blauran, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Yos Sudarso.
Sejumlah ruas yang dilewati peserta merupakan kawasan pusat kota dan memiliki keterkaitan dengan sejarah Surabaya. Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan peserta, penyelenggara juga menyiapkan water station serta layanan medis di sepanjang rute.
Jhonny mengatakan pemilihan Balai Kota Surabaya menjadi bagian dari konsep baru JETE RUN tahun ini.
“JETE RUN tahun ini kita mengambil venue yang berbeda dari sebelum-sebelumnya di Citraland. Balai Kota jadi pilihan karena kita ingin menghadirkan nuansa lari dengan konsep lanskap kota modern khas Surabaya yang penuh nilai sejarah,” ungkapnya.
Menurut Jhonny, rute tersebut memungkinkan peserta menikmati jalanan sekaligus sejumlah tempat bersejarah yang menjadi bagian dari Kota Surabaya.
(mc/pd)





