
Foto: BBKSDA Jawa Timur
Mounture.com — Suasana berbeda mewarnai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Taman Hidup, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, Gunung Argopuro.
Di tengah udara dingin dan kabut yang menyelimuti kawasan danau, para rimbawan Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama masyarakat dan berbagai komunitas menggelar upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih.
Pagi itu, dinginnya kabut yang menyelimuti tenda dan Danau Taman Hidup tak menyurutkan langkah para peserta untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.
Dengan iringan suara burung-burung yang hidup di kawasan hutan, pasukan kecil perlahan bergerak menuju tepian Danau Taman Hidup. Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Sejumlah pihak turut hadir, mulai dari anggota PLN Paiton, komunitas ojek Argopuro, Mahapena FE-UNEJ, ORARI, jurnalis, warga sekitar, pendaki, seniman, hingga berbagai komunitas lainnya.
BACA JUGA: Pendakian Tektok Gunung Slamet Ditutup Sementara, Camp Tetap Dibuka
Bagi BBKSDA Jawa Timur, pelaksanaan upacara kemerdekaan di Taman Hidup Gunung Argopuro menjadi momentum istimewa.
Dalam sambutannya, Nur Patria Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang turut hadir serta mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kawasan konservasi. BBKSDA Jawa Timur mendapat amanah untuk melakukan pengelolaan dan perlindungan kawasan, sementara masyarakat di sekitar kawasan merupakan pihak yang turut merasakan manfaat sekaligus dampak dari pengelolaan kawasan tersebut.
“Ini sangat spesial karena kita bisa melaksanakan upacara kemerdekaan di Taman Hidup, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang,” ujar Nur Patria.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi agar tetap lestari.
Tak hanya menggelar upacara, momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan BBKSDA Jawa Timur untuk melakukan aksi nyata di kawasan Taman Hidup Argopuro.
Salah satunya melalui kegiatan pembersihan sampah yang berada di sekitar kawasan danau.
Selain itu, BBKSDA Jawa Timur juga melakukan perbaikan jembatan yang berada di Danau Taman Hidup. Keberadaan jembatan tersebut cukup penting bagi pengunjung, terutama untuk membantu aktivitas mengambil air yang digunakan untuk wudhu, memasak, maupun kebutuhan lainnya.
“Ini adalah aksi dari BBKSDA Jawa Timur untuk Indonesia,” kata Nur Patria.
Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pendaki yang berkunjung ke kawasan Taman Hidup.
BACA JUGA: Mau Pakai Porter Saat Mendaki Gunung Sumbing? Ini Daftar Tarifnya
Rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung pada pagi hari. Malam sebelumnya, para peserta terlebih dahulu mengikuti renungan kemerdekaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama, pemotongan tumpeng, dan makan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, memberikan potongan tumpeng kepada Remon Tambora, salah satu pegiat konservasi senior di kawasan Argopuro.
Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan antara pengelola kawasan, masyarakat, komunitas, dan para pegiat konservasi dalam menjaga kawasan Gunung Argopuro.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, jembatan Taman Hidup yang telah selesai diperbaiki kembali diresmikan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dengan baik oleh para pengunjung yang datang ke kawasan Danau Taman Hidup.
Namun, fasilitas yang telah diperbaiki tentu membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, BBKSDA Jawa Timur juga mengingatkan para pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.
Salah satunya dengan menerapkan prinsip sederhana saat mendaki: bawa kembali turun sampah yang dibawa dari bawah.
Taman Hidup bukan sekadar destinasi bagi pendaki untuk menikmati keindahan alam Gunung Argopuro. Kawasan ini merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang yang memiliki nilai penting bagi kelestarian ekosistem.
Momentum kemerdekaan di tepian Danau Taman Hidup pun menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
(mc/pd)






