Pendakian Tektok Gunung Slamet Ditutup Sementara, Camp Tetap Dibuka

Permadi Guci

Basecamp pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci – Foto: Instagram/@bsmxx__

Mounture.com — Pengelola Basecamp Permadi Guci menutup sementara aktivitas pendakian tektok Gunung Slamet mulai 15 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul lonjakan jumlah pengunjung di jalur pendakian Permadi Guci.

Penutupan berlaku untuk pendakian tektok atau perjalanan pulang-pergi tanpa bermalam (camp). Sementara itu, pendakian reguler dengan sistem camp masih tetap dibuka dengan mengikuti kuota serta ketentuan registrasi yang berlaku.

Dalam pemberitahuan resminya, pengelola menyebut kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas pendakian di jalur Permadi Guci.

Selain itu, penutupan sementara pendakian tektok juga bertujuan menjaga kondisi jalur tetap terkendali serta memudahkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

BACA JUGA: Sebelum Masuk Carrier, Pastikan 5 Hal Ini pada Kompor Portable

Meski pendakian tektok ditutup, pendaki yang ingin melakukan perjalanan dengan sistem camp atau bermalam masih diperbolehkan menggunakan Jalur Permadi Guci.

Pendakian camp tetap harus mengikuti kuota dan ketentuan registrasi yang ditetapkan oleh pengelola Basecamp Permadi Guci.

Dengan demikian, pendaki yang telah merencanakan perjalanan ke Gunung Slamet melalui Permadi Guci perlu memastikan jenis pendakian yang dipilih sebelum berangkat.

BACA JUGA: Aktivitas Gunung Salak Menurun, Tapi Gas Beracun Masih Jadi Ancaman

Penutupan pendakian tektok mulai berlaku pada 15 Agustus 2026 dan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pengelola Basecamp Permadi Guci akan menyampaikan informasi mengenai pembukaan kembali pendakian tektok melalui kanal resmi.

Pendaki disarankan tidak hanya mengandalkan informasi dari unggahan lama atau pihak lain, tetapi memastikan perkembangan terbaru sebelum melakukan perjalanan.

Bagi pendaki yang tetap ingin melakukan pendakian melalui jalur tersebut, sistem camp masih dapat dilakukan selama kuota tersedia dan seluruh persyaratan registrasi dipenuhi.

Pengelola juga mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas selama melakukan aktivitas di Gunung Slamet.

(mc/pd)