
Mounture.com — Hipotermia menjadi salah satu kondisi darurat yang paling sering dialami pendaki gunung, terutama saat cuaca dingin, hujan, atau angin kencang. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengancam keselamatan jiwa jika tidak segera ditangani dengan benar.
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal sehingga sistem pengatur suhu tubuh tidak lagi mampu mempertahankan kehangatan.
Risiko ini meningkat ketika seseorang mengenakan pakaian basah, kurang mengonsumsi makanan berkalori, kelelahan, atau terlalu lama terpapar udara dingin di pegunungan.
Karena itu, setiap pendaki sebaiknya memahami langkah-langkah pertolongan pertama apabila menemukan rekan yang mengalami hipotermia.
Lingkungan pegunungan memiliki suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan dataran rendah. Kondisi tersebut dapat diperparah oleh hujan, embusan angin, kabut tebal, hingga pakaian yang basah.
Beberapa penyebab hipotermia yang umum dialami pendaki meliputi:
– Terlalu lama terpapar suhu dingin.
– Kehujanan tanpa mengganti pakaian basah.
– Kurang makan atau kekurangan asupan kalori.
– Kelelahan akibat aktivitas fisik berlebihan.
– Menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai dengan kondisi gunung.
BACA JUGA: Bingung Cari Caption Foto di Gunung? Ini 50 Kata-Kata Romantis yang Menyentuh
Apabila menemukan rekan pendakian yang diduga mengalami hipotermia, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Periksa Pernapasan dan Nadi
Pastikan korban masih bernapas dan memiliki denyut nadi. Jika diperlukan dan Anda memiliki kemampuan, lakukan bantuan pernapasan sesuai prosedur pertolongan pertama.
2. Ganti Pakaian Basah
Segera lepaskan pakaian yang basah dan gantikan dengan pakaian yang kering agar tubuh tidak terus kehilangan panas.
3. Pindahkan ke Tempat yang Lebih Hangat
Bawa korban ke lokasi yang terlindung dari angin kencang, seperti area yang lebih rendah atau berada di balik pepohonan.
4. Dirikan Tenda di Lokasi yang Aman
Pilih lokasi yang terlindung dari terpaan angin. Sebelum mendirikan tenda, lapisi permukaan tanah menggunakan dedaunan kering agar panas tubuh tidak langsung terserap oleh tanah. Setelah itu, gunakan matras sebagai lapisan tambahan.
5. Hangatkan Sleeping Bag Terlebih Dahulu
Sleeping bag akan bekerja lebih efektif apabila sudah hangat. Salah satu caranya adalah meminta pendaki lain masuk ke dalam sleeping bag terlebih dahulu, kemudian baru memasukkan korban hipotermia.
6. Buat Api Unggun dengan Aman
Api unggun dapat membantu meningkatkan suhu di sekitar tenda. Namun, pastikan pembuatannya tidak merusak lingkungan serta tidak memicu kebakaran hutan.
7. Berikan Minuman Hangat
Apabila korban masih sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat. Hindari memberikan alkohol maupun kopi, karena keduanya justru dapat memperburuk kondisi hipotermia.
8. Berikan Kehangatan Tubuh
Peluk korban untuk membantu mentransfer panas tubuh. Metode skin-to-skin dapat membantu meningkatkan suhu tubuh korban apabila dilakukan dengan aman.
9. Gunakan Botol Berisi Air Hangat
Isi botol dengan air hangat, lalu letakkan pada area tubuh yang banyak dialiri pembuluh darah seperti kepala, leher, dada, perut, dan selangkangan. Cara ini membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh korban.
10. Hubungi Tim Medis Jika Kondisi Tidak Membaik
Apabila korban tetap menggigil hebat, kehilangan kesadaran, atau kondisinya semakin memburuk, segera hubungi petugas SAR, tim medis, atau evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
(mc/pd)





