
Mounture.com — Pendaki yang berencana mendaki Gunung Slamet dalam waktu dekat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu dingin ekstrem yang terjadi di kawasan puncak, terutama saat waktu summit.
Pengelola mengingatkan bahwa pada rentang waktu 03.00 hingga 08.00 WIB, suhu di area puncak Gunung Slamet dapat berada di kisaran 5°C hingga -1°C. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko hipotermia, terutama bagi pendaki yang tidak menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh turun drastis akibat paparan udara dingin dalam waktu lama. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu fungsi tubuh dan membahayakan keselamatan pendaki.
Menghadapi suhu yang bisa mencapai titik beku, pendaki disarankan mempersiapkan perlengkapan secara matang sebelum melakukan pendakian.
Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa antara lain:
– Jaket dan pakaian hangat dengan sistem layering
– Sarung tangan untuk menjaga suhu tubuh
– Kupluk atau penutup kepala
– Kaus kaki tebal beserta cadangannya
– Sleeping bag yang sesuai untuk suhu rendah
– Minuman hangat yang disimpan dalam termos
– Sepatu trekking yang masih layak dan dalam kondisi kering
Persiapan tersebut penting untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil selama perjalanan menuju puncak.
BACA JUGA: Bukit Pergasingan Ditutup Sementara Mulai 30 Juli 2026, Darurat Sampah Jadi Alasan Utama
Selain perlengkapan, kondisi fisik juga menjadi faktor penting saat mendaki Gunung Slamet.
Pendaki diimbau tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan menuju puncak apabila mulai merasakan gejala seperti menggigil berlebihan, tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, atau tanda-tanda awal hipotermia lainnya.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pendakian.
Sebelum memulai pendakian, pastikan Anda telah melakukan persiapan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun perlengkapan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
– Menjaga kondisi tubuh tetap prima sebelum mendaki.
– Menggunakan perlengkapan sesuai dengan kondisi cuaca di gunung.
– Saling menjaga dan memperhatikan kondisi rekan selama perjalanan.
Dengan persiapan yang matang, risiko hipotermia dapat diminimalkan sehingga pendakian tetap berlangsung aman dan nyaman.
(mc/mg)





