Gunung Rinjani Siapkan Aturan Baru, Pendaki Wajib Ikut Ritual Sembeq Buraq

Danau Segara Anak Rinjani

Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Calon pendaki Gunung Rinjani berpotensi menghadapi aturan baru sebelum memulai pendakian. Mulai tahun depan, mereka diwacanakan wajib mengikuti ritual Sembeq Buraq, sebuah tradisi masyarakat Sasak yang bertujuan meminta restu kepada tetua adat sekaligus memberikan pemahaman mengenai aturan adat selama berada di kawasan Gunung Rinjani.

Wacana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh desa-desa penyangga jalur selatan Gunung Rinjani dan akan dituangkan dalam awik-awik atau peraturan adat desa.

Ketua Pemuda Rinjani Selatan, Amrul Arahap, mengatakan ritual Sembeq Buraq sejatinya bukan tradisi baru. Ritual ini telah dilakukan oleh masyarakat Sasak sejak lama sebagai bentuk permohonan restu kepada para tetua adat sebelum melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani.

“Sebenarnya ritual ini sudah lama dilakukan oleh orang tua kita dulu. Ritual ini tujuannya meminta restu kepada para tetua adat. Sehingga kami mencoba akan menerapkannya kembali bagi para calon pendaki, teknisnya seperti apa itu sedang kami bahas dalam bentuk awik-awik desa,” ujarnya dikutip dari detikBali.

Menurutnya, mekanisme pelaksanaan ritual masih dibahas bersama pemerintah desa sehingga nantinya menjadi pedoman yang berlaku bagi para pendaki.

BACA JUGA: Cek Kuota Pendakian Gunung Merbabu Agustus 2026, Beberapa Jalur Sudah Ludes

Adapun Sembeq Buraq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang mengandung nilai penghormatan terhadap alam, budaya, dan leluhur.

Dalam pelaksanaannya, calon pendaki akan mendapatkan penjelasan mengenai berbagai larangan dan pantangan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan Gunung Rinjani.

Tradisi tersebut juga menjadi bentuk ikrar moral agar setiap pendaki menjaga sikap, tidak merusak lingkungan, serta menghormati nilai-nilai adat yang berlaku di kawasan gunung.

Dengan adanya ritual ini, diharapkan kesadaran pendaki terhadap kelestarian Gunung Rinjani semakin meningkat.

Selain rencana penerapan ritual Sembeq Buraq, Pemuda Rinjani Selatan juga mengusulkan agar calon pendaki, khususnya wisatawan dari luar Lombok dan mancanegara, menginap terlebih dahulu di rumah-rumah warga sebelum memulai pendakian.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa penyangga sekaligus mendorong wisatawan mengenal potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Dengan menghabiskan waktu lebih lama di desa, wisatawan juga memiliki kesempatan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang berada di sekitar jalur selatan Gunung Rinjani.

BACA JUGA: Aturan Berkemah di Ranu Kumbolo yang Wajib Dipatuhi Pendaki Gunung Semeru

Saat ini, Pemuda Rinjani Selatan bersama desa-desa penyangga jalur pendakian masih menyusun awik-awik sebagai pedoman bersama.

Artinya, kewajiban mengikuti ritual Sembeq Buraq belum diberlakukan secara resmi. Apabila pembahasan selesai dan disepakati, aturan tersebut direncanakan mulai diterapkan pada tahun depan.

Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi salah satu tahapan baru yang harus diikuti para pendaki sebelum melakukan pendakian Gunung Rinjani melalui jalur selatan.

(mc/pd)