
Puncak Gunung Raung (dok. instagram/@raungcamp)
Mounture.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan status aktivitas Gunung Raung pada Level II (Waspada).
Seiring dengan status tersebut, masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area kawah puncak dalam radius 3 kilometer serta dilarang menuruni dasar kaldera demi alasan keselamatan.
Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur. Hingga saat ini aktivitas vulkanik masih terus dipantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Raung.
BACA JUGA: Ada Penutupan Jalur Gunung Arjuno Welirang Agustus 2026, Simak Informasi Lengkapnya
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Raung untuk periode pengamatan Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan dengan suhu udara berkisar 17–34 derajat Celsius.
Secara visual, asap kawah tidak teramati keluar dari puncak. Meski demikian, aktivitas kegempaan masih terekam oleh peralatan pemantauan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Raung, Mukijo, menjelaskan bahwa selama periode pengamatan tersebut tercatat 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm dan durasi 60 detik, 5 kali gempa tektonik jauh. dan tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 0,5–1 mm.
Data tersebut menunjukkan aktivitas internal Gunung Raung masih berlangsung sehingga pemantauan intensif terus dilakukan oleh PVMBG.
BACA JUGA: Jangan Panik! Ini Tips Aman Saat Kabut Tebal Turun di Gunung
Meski belum terjadi peningkatan status, PVMBG menegaskan agar masyarakat tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan.
Seluruh masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati kawah puncak Gunung Raung dalam radius 3 kilometer, tidak menuruni dasar kaldera Gunung Raung karena berpotensi membahayakan keselamatan, dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas Gunung Raung.
Kepatuhan terhadap rekomendasi ini sangat penting mengingat aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan mengikuti arahan petugas, risiko terhadap keselamatan dapat diminimalkan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Raung maupun pendaki yang berencana mengunjungi kawasan tersebut.
(mc/pd)





