Ingin Mendaki Gunung Merbabu via Selo? Simak Rute, Waktu Tempuh, dan Tipsnya

Gunung Merbabu via Selo

Foto: Pemprov Jawa Tengah

Mounture.com — Jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo menjadi salah satu rute favorit para pendaki karena menawarkan akses menuju puncak yang relatif lebih singkat dengan panorama alam yang luar biasa.

Hamparan sabana yang luas, pemandangan Gunung Merapi, hingga panorama matahari terbit dan terbenam menjadi daya tarik utama jalur ini.

Secara keseluruhan, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo memiliki panjang sekitar 5,63 kilometer menuju Puncak Kenteng Songo dengan estimasi waktu pendakian sekitar 8 jam 15 menit.

Meski menjadi jalur favorit, pendaki tetap harus mempersiapkan fisik dengan baik. Suhu di Gunung Merbabu pada siang hari berkisar 15-21 derajat Celsius, sedangkan pada malam hingga dini hari dapat turun menjadi 3-8 derajat Celsius.

Pendakian dimulai dari Kantor Resort Selo. Setelah registrasi dan melewati gerbang pendakian, pendaki langsung memasuki kawasan hutan khas Gunung Merbabu.

Perjalanan menuju Pos 1 Dok Malang membutuhkan waktu sekitar 90 menit dengan jalur yang didominasi vegetasi hutan.

Dari Pos 1, perjalanan dilanjutkan menuju Simpang Macan selama sekitar 45 menit. Lokasi ini sering dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pos 2.

BACA JUGA: Pendaki Gunung Ciremai Diimbau Gunakan Guide dan Porter Resmi, Ini Alasannya

Meski jarak dari Simpang Macan menuju Pos 2 Pandean hanya sekitar 421 meter, jalurnya cukup menanjak sehingga menguras tenaga.

Di kawasan ini, pendaki juga berpeluang menjumpai berbagai satwa liar yang menjadi penghuni Taman Nasional Gunung Merbabu, seperti lutung budeng (lutung hitam), monyet ekor panjang, ayam hutan, elang, berbagai jenis burung pegunungan, serta rek-rekan, primata langka yang menjadi satwa prioritas di Gunung Merbabu jika beruntung.

Perjalanan berikutnya mengarah ke Pos 3 Batu Tulis yang berada di ketinggian sekitar 2.593 mdpl. Lokasi ini memiliki area yang cukup luas sehingga sering dijadikan tempat mendirikan tenda oleh para pendaki.

Dari Pos 3, panorama Gunung Merapi mulai terlihat jelas ketika cuaca cerah.

Keindahan utama jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo terletak pada hamparan sabananya.

Dari Pos 3 menuju Sabana 1 membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang cukup menanjak. Meski menguras tenaga, pemandangan yang tersaji menjadi hadiah terbaik bagi setiap pendaki.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Sabana 2, kawasan padang rumput luas yang menjadi lokasi favorit untuk berkemah maupun berburu foto.

Perpaduan hamparan rumput hijau dengan langit biru serta latar Gunung Merapi membuat kawasan ini menjadi salah satu panorama paling ikonik di Gunung Merbabu.

BACA JUGA: Kesalahan Membawa Tenda Saat Mendaki Gunung yang Masih Sering Dilakukan Pendaki

Dari Sabana 2, perjalanan menuju Puncak Trianggulasi membutuhkan waktu sekitar 90 menit dengan jarak sekitar 916 meter. Meski secara visual puncak terlihat dekat, jalur yang menanjak membuat perjalanan terasa cukup berat.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi panorama pegunungan Jawa Tengah seperti Gunung Merapi, Gunung Lawu, hamparan bunga edelweis, pohon cantigi, serta sabana Gunung Merbabu.

Setelah tiba di Puncak Trianggulasi, perjalanan dilanjutkan sekitar 10 menit menuju Puncak Kenteng Songo yang berjarak sekitar 123 meter.

Di puncak ini terdapat enam buah lumpang batu atau alat tumbuk tradisional yang menjadi asal nama Kenteng Songo. Selain itu, lokasi ini menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise maupun sunset di Gunung Merbabu.

Hal penting yang wajib diketahui sebelum mendaki Gunung Merbabu via Selo adalah tidak adanya sumber mata air di sepanjang jalur pendakian.

Karena itu, pendaki wajib membawa persediaan air minum yang cukup sesuai kebutuhan selama perjalanan.

Selain logistik air, pastikan juga membawa perlengkapan mendaki yang memadai, mengenakan pakaian hangat, serta menjaga kebersihan gunung dengan membawa kembali seluruh sampah turun ke bawah.

Gunung Merbabu memang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Namun, setiap pendaki tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kawasan agar pesonanya tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

(mc/pd)