Gunung Tolangi Balease, Pendakian 9 Hari dengan Tanjakan Panjang dan Sumber Air Terbatas

Salah satu jalur di Gunung Tolangi Balease – Foto: Instagram/@putr.art

Mounture.com — Bagi pendaki yang menyukai ekspedisi panjang dengan tingkat kesulitan tinggi, Gunung Tolangi Balease di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, layak masuk dalam daftar petualangan berikutnya.

Meski memiliki ketinggian 3.016 meter di atas permukaan laut (mdpl), tantangan utama gunung ini bukan terletak pada elevasinya, melainkan jalur pendakian yang panjang, minim sumber air, dan membutuhkan fisik serta mental yang kuat.

Gunung ini berada di Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, dan dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling berat di Pulau Sulawesi.

Pendakian Dimulai dari Ketinggian Hanya 100 Mdpl

Salah satu hal yang membuat Gunung Tolangi Balease terasa berat adalah titik awal pendakiannya yang berada di sekitar 100 mdpl. Artinya, pendaki harus menempuh kenaikan elevasi lebih dari 2.900 meter hingga mencapai puncak.

Sebelum memulai perjalanan, pendaki juga diwajibkan meminta izin kepada Kepala Desa Bantimurung serta juru kunci setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan yang berlaku di kawasan tersebut.

Dengan kondisi jalur yang panjang, waktu tempuh normal menuju puncak dan kembali ke titik awal berkisar 9 hingga 10 hari, sehingga persiapan logistik menjadi faktor yang sangat penting.

Jalur Didominasi Tanjakan dan Hutan Lebat

Perjalanan menuju Gunung Tolangi Balease dimulai dengan melewati area perkebunan dan persawahan milik warga.

Tidak hanya itu, pendaki juga harus menyeberangi empat sungai sebelum tiba di kawasan Air Terjun Bantimurung, yang menjadi pintu masuk menuju hutan.

Setelah memasuki kawasan hutan, karakter jalur berubah drastis. Pendaki akan melewati hutan tropis yang lebat dengan jalur berupa punggungan panjang dan tanjakan yang nyaris tanpa henti.

Medan seperti inilah yang membuat banyak pendaki menyebut Tolangi Balease sebagai salah satu gunung paling menguras tenaga di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Jangan Diurut! Ini Cara Benar Mengatasi Kaki Terkilir Saat Mendaki Gunung Menurut Dokter

Sumber Air Sangat Terbatas

Tantangan lain yang harus diperhatikan adalah ketersediaan air bersih.

Selama pendakian, sumber air hanya tersedia di Pos 3 dan Lembah Waru. Di luar dua titik tersebut, pendaki harus mengandalkan persediaan air yang dibawa sejak awal perjalanan.

Karena durasi pendakian yang cukup panjang, pengaturan konsumsi air dan logistik menjadi kunci agar perjalanan tetap aman.

Waspadai Duri, Rotan, dan Pacet

Selain tanjakan yang panjang, jalur Gunung Tolangi Balease juga dipenuhi semak berduri dan rotan yang kerap menghalangi jalur pendakian.

Pendaki disarankan menggunakan pakaian lengan panjang dan celana trekking yang kuat untuk mengurangi risiko tergores.

Tak hanya itu, kawasan hutan di gunung ini juga menjadi habitat pacet atau lintah darat. Saat musim hujan, jumlah pacet biasanya meningkat sehingga pendaki perlu lebih waspada dan rutin memeriksa kondisi kaki maupun sepatu selama perjalanan.

BACA JUGA: Gunung Gamkonora: Gunung Tertinggi di Halmahera dengan Kawah Aktif dan Panorama Laut yang Memukau

Memiliki Dua Puncak di Atas 2.900 Mdpl

Gunung Tolangi Balease sebenarnya merupakan bagian dari bentang pegunungan yang sangat luas dan membentang hingga enam kabupaten, bahkan mencapai wilayah perbatasan Sulawesi Tengah.

Kawasan ini masih termasuk dalam jajaran Pegunungan Quarless dan memiliki dua puncak utama, yaitu:

– Puncak Tolangi: 3.016 mdpl.
– Puncak Balease: 2.984 mdpl.

Dari puncaknya, pendaki dapat menikmati panorama pegunungan Sulawesi yang masih alami dengan hamparan hutan tropis yang luas.

Tidak Dipungut Tiket, Tetapi Tetap Wajib Menjaga Alam

Pendakian Gunung Tolangi Balease tidak dikenakan biaya tiket masuk. Meski demikian, setiap pendaki tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kawasan.

Seluruh sampah wajib dibawa turun kembali, tidak merusak vegetasi, serta mematuhi aturan adat dan arahan masyarakat setempat selama berada di kawasan gunung.

Gunung untuk Pendaki Berpengalaman

Gunung Tolangi Balease bukanlah gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Jalur panjang, minim sumber air, durasi pendakian yang mencapai lebih dari seminggu, serta medan hutan yang berat menuntut persiapan matang, baik dari segi fisik, mental, maupun logistik.

Namun bagi pendaki yang mencari pengalaman ekspedisi sesungguhnya di alam liar Sulawesi, Gunung Tolangi Balease menawarkan petualangan yang menantang sekaligus panorama alam yang masih sangat alami dan jarang terjamah.

(mc/pd)