5.876 Barang Tertinggal di LRT Jabodebek, Begini Cara Melaporkannya

  • 9 July 2026 09:10

Barang Tertinggal di LRT Jabodebek

Mounture.com — Meninggalkan barang saat menggunakan transportasi umum menjadi kejadian yang masih sering dialami penumpang. Sepanjang Semester I 2026, LRT Jabodebek mencatat sebanyak 5.876 barang tertinggal, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, layanan Lost and Found LRT Jabodebek berhasil mempertemukan kembali hampir separuh barang tersebut dengan pemiliknya. Dari total barang yang tertinggal, sebanyak 2.876 barang atau sekitar 49 persen telah berhasil dikembalikan.

Peningkatan tingkat pengembalian ini menunjukkan semakin optimalnya sistem penanganan barang hilang yang diterapkan LRT Jabodebek.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan jumlah barang tertinggal sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna layanan LRT Jabodebek sepanjang 2026.

Pada Semester I 2025 tercatat sebanyak 3.419 barang tertinggal, dengan 1.386 barang berhasil dikembalikan kepada pemilik.

Sementara pada periode yang sama tahun ini, jumlah barang yang tertinggal meningkat sebanyak 2.457 barang, namun tingkat pengembaliannya juga mengalami peningkatan hingga sekitar 49 persen.

Menurut Radhitya, setiap barang yang ditemukan akan langsung diamankan, didata, kemudian dilakukan proses identifikasi dan verifikasi sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.

“Melalui prosedur penanganan yang terintegrasi, setiap barang yang ditemukan akan diamankan, didata, dan diupayakan kembali kepada pemiliknya,” ujarnya.

BACA JUGA: 4 Tempat Wisata Dingin di Kabupaten Malang, Destinasi Favorit untuk Healing dengan Udara Sejuk

Berdasarkan data Semester I 2026, terdapat beberapa jenis barang yang paling sering tertinggal oleh pengguna LRT Jabodebek, yaitu tumbler atau botol minum, lunch box atau tempat makan, payung, topi, KUE (Kartu Uang Elektronik), hingga totebag.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar barang yang tertinggal merupakan perlengkapan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

LRT Jabodebek mengimbau penumpang yang kehilangan barang agar segera melapor sesaat setelah menyadari barangnya tertinggal.

Laporan dapat disampaikan melalui petugas di stasiun LRT Jabodebek terdekat, layanan pelanggan resmi @KAI121 atau direct message Instagram @lrtjabodebek.

Saat melapor, penumpang diminta memberikan informasi selengkap mungkin, antara lain jenis barang, warna atau ciri-ciri barang, lokasi terakhir barang terlihat, waktu kejadian, dan identitas pemilik.

Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin cepat proses pencarian dan verifikasi dapat dilakukan.

Radhitya mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika menyadari barang tertinggal.

Menurutnya, laporan yang segera disampaikan akan meningkatkan peluang barang ditemukan sebelum berpindah lokasi penyimpanan atau diambil oleh pihak lain.

Setelah barang ditemukan dan proses verifikasi selesai, pemilik dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas yang sah sesuai prosedur yang berlaku.

BACA JUGA: 7 Aktivitas Menarik di Lovina Selain Tur Lumba-Lumba, Destinasi Slow Travel yang Semakin Populer di Bali Utara

Selain meningkatkan layanan Lost and Found, LRT Jabodebek juga mengajak seluruh pengguna membiasakan memeriksa barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun.

Pastikan seluruh barang penting seperti smartphone, dompet, kartu identitas, tas, laptop, kartu uang elektronik, dan barang berharga lainnya sudah berada dalam bawaan sebelum keluar dari kereta.

Kebiasaan sederhana tersebut dinilai efektif mengurangi risiko barang tertinggal sekaligus membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.

LRT Jabodebek juga menyampaikan apresiasi kepada para pengguna yang dengan sukarela menyerahkan barang temuan kepada petugas. Kepedulian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya saling menjaga di transportasi publik sehingga semakin banyak barang yang dapat dipertemukan kembali dengan pemiliknya.

(mc/ns)