
Basecamp pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci – Foto: Instagram/@bsmxx__
Mounture.com — Kesadaran menjaga kebersihan gunung terus menjadi perhatian di kalangan pendaki. Sebagai upaya mengurangi sampah di kawasan pendakian, Basecamp Permadi Guci meluncurkan Program Zero Waste Gunung Slamet yang mengajak seluruh pendaki ikut berperan aktif menjaga kelestarian alam.
Melalui program ini, pendaki yang berhasil membawa turun sampah terbanyak dari jalur pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci setiap minggunya akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kepeduliannya terhadap lingkungan.
Program Zero Waste tidak hanya mengajak pendaki untuk menikmati keindahan Gunung Slamet, tetapi juga mendorong setiap orang agar ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan jalur pendakian.
Sebagai bentuk penghargaan, Basecamp Permadi Guci akan memberikan sertifikat penghargaan resmi dari Basecamp Permadi Guci, serta stiker eksklusif “Permadi Guci – Zero Waste Hero”.
Penghargaan diberikan kepada pendaki yang dinilai berhasil membawa turun sampah paling banyak dari jalur pendakian setiap minggu.
BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Berikut 5 Gunung Api Siaga di Indonesia Juli 2026
Seluruh pendaki dapat mengikuti program ini dengan langkah yang sederhana, yaitu:
– Membawa kantong sampah pribadi sebelum memulai pendakian.
– Mengumpulkan sampah yang ditemukan selama perjalanan menuju puncak maupun saat turun.
– Menyerahkan sampah tersebut kepada petugas Basecamp Permadi Guci setelah selesai mendaki.
– Petugas akan melakukan penilaian, dan pendaki dengan jumlah sampah terbanyak akan memperoleh sertifikat serta stiker eksklusif.
Program ini terbuka bagi seluruh pendaki tanpa dipungut biaya tambahan.
Gunung Slamet merupakan salah satu gunung favorit di Pulau Jawa yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan pendaki. Tingginya jumlah pengunjung juga berpotensi meningkatkan volume sampah apabila tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan.
Melalui Program Zero Waste, Basecamp Permadi Guci berharap setiap pendaki tidak hanya fokus mencapai puncak, tetapi juga ikut menjaga kebersihan jalur pendakian.
Semangat yang diusung dalam program ini sederhana namun memiliki makna besar, yaitu “Ambil kenangannya, bawa turun sampahnya.”
BACA JUGA: Cara Mengatur Ritme Jalan Saat Mendaki Gunung agar Tidak Cepat Lelah
Setiap langkah di Gunung Slamet merupakan bagian dari alam yang harus dijaga bersama. Meninggalkan sampah di gunung tidak hanya merusak keindahan, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem dan satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.
Dengan membawa turun sampah, baik sampah pribadi maupun sampah yang ditemukan selama pendakian, setiap pendaki telah berkontribusi menjaga kelestarian alam agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Melalui Program Zero Waste Gunung Slamet via Permadi Guci, pengelola berharap budaya membawa turun sampah menjadi kebiasaan seluruh pendaki.
Semakin banyak pendaki yang terlibat, semakin besar pula peluang mewujudkan jalur pendakian yang bersih, nyaman, dan bebas sampah. Sebab, pendaki sejati bukan hanya mereka yang berhasil mencapai puncak, tetapi juga mereka yang meninggalkan jejak kepedulian dengan menjaga kelestarian alam.
Jadikan setiap pendakian bukan sekadar perjalanan menuju puncak, tetapi juga aksi nyata untuk merawat Gunung Slamet agar tetap lestari.
(mc/pd)





