
Mounture.com — Di balik perjalanan LRT Jabodebek yang setiap hari mengangkut ribuan penumpang, terdapat proses pemeriksaan dan perawatan infrastruktur yang dilakukan secara rutin. Salah satu fokus utama yang terus dijaga adalah perawatan jalur LRT Jabodebek, khususnya pada sistem jalan rel modern yang dikenal sebagai plinth track.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh perjalanan LRT Jabodebek tetap berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik modern di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Berbeda dengan jalur kereta konvensional yang umumnya menggunakan bantalan rel (sleepers), LRT Jabodebek mengoperasikan sistem plinth track, yaitu jalur rel yang dipasang langsung pada struktur beton.
Sistem ini dirancang untuk memberikan tingkat kestabilan yang lebih tinggi sehingga mendukung keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta.
Pada konstruksi plinth track terdapat fastening system, yaitu sistem penambat rel yang berfungsi menjaga posisi rel tetap presisi saat dilalui rangkaian kereta.
Kombinasi struktur beton dan fastening system membuat jalur LRT memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik, terutama untuk mendukung frekuensi perjalanan yang tinggi setiap harinya.
BACA JUGA: Dieng Culture Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Jazz Atas Awan hingga Ruwatan Anak Gimbal
Menurut Radhitya Mardika, keselamatan perjalanan LRT tidak hanya bergantung pada operasional kereta, tetapi juga pada kondisi infrastruktur yang selalu terjaga.
Karena itu, tim perawatan melakukan pemeriksaan jalur setiap hari setelah layanan operasional berakhir.
Pemeriksaan dilakukan di seluruh lintas operasional untuk memastikan semua komponen jalur tetap berada dalam kondisi optimal dan memenuhi standar keselamatan.
“Keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan LRT Jabodebek tidak hanya tentang operasional kereta, namun juga keandalan infrastruktur. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan jalur dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam proses perawatan jalur LRT Jabodebek, petugas melakukan berbagai tindakan preventif maupun korektif.
Beberapa pekerjaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kondisi plinth track, perbaikan kerusakan ringan pada jalur, pemeriksaan fastening system, monitoring kondisi struktur beton, dan injeksi beton apabila ditemukan rongga pada konstruksi.
Injeksi beton menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kekuatan struktur jalur dalam jangka panjang. Metode ini dilakukan ketika ditemukan indikasi adanya rongga yang berpotensi memengaruhi kestabilan konstruksi.
Dengan penanganan dini, risiko kerusakan yang lebih besar dapat diminimalkan sehingga jalur tetap aman digunakan.
BACA JUGA: Janji Jiwa Gandeng Female Racer RACH?, Hadirkan Menu Baru Summer Series
Selain pemeriksaan harian, KAI juga melaksanakan inspeksi berkala terhadap berbagai komponen penting jalur LRT Jabodebek.
Pemeriksaan tersebut mencakup:
– Geometri Jalur: Pengukuran dilakukan untuk memastikan posisi dan bentuk lintasan tetap sesuai standar operasional.
– Kondisi Rel: Tim teknis memeriksa kemungkinan adanya keausan atau perubahan kondisi rel akibat intensitas penggunaan.
– Wesel: Komponen pengalihan jalur ini diperiksa secara berkala untuk memastikan dapat berfungsi dengan baik.
– Fastening System: Sistem penambat rel menjadi salah satu elemen vital yang harus selalu berada dalam kondisi optimal agar posisi rel tetap stabil.
Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan menjaga kualitas perjalanan serta mencegah potensi gangguan operasional.
Sebagai moda transportasi yang melayani ratusan perjalanan setiap hari, kondisi jalur memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan penumpang.
Jika infrastruktur tidak dirawat secara konsisten, risiko gangguan operasional maupun penurunan kualitas layanan dapat meningkat.
Melalui program perawatan yang berkelanjutan, KAI memastikan bahwa seluruh komponen jalur tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan yang ditetapkan.
Upaya ini juga berkontribusi dalam menjaga ketepatan waktu perjalanan yang menjadi salah satu keunggulan layanan LRT Jabodebek.
(mc/ril)





