Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter ke Arah Tenggara

Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Senin (11/5/2026) pagi – Foto: Magma Indonesia

Mounture.com — Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 10.31 WIB. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.200 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, yang dikutip dari laman Magma Indonesia, disebutkan bahwa tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara dan selatan.

Erupsi Gunung Semeru juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi letusan sekitar 113 detik.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Dukono Ditutup Permanen, Pendaki Terancam Blacklist dan Sanksi Hukum

Pascaerupsi, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak Semeru.

Masyarakat dan pendaki juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar akibat aktivitas vulkanik.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur Ditutup Sementara Mulai 18 Mei 2026

Selain awan panas guguran, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah aliran lava dan lahar hujan di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa daerah aliran sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Petugas juga mengingatkan adanya potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.

Gunung Semeru diketahui masih berstatus aktif dan mengalami erupsi berkala dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lereng gunung serta wisatawan diminta terus memantau informasi resmi dari petugas gunung api dan pihak berwenang.

Warga diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

(mc/pd)