Viral! Kreator Canro Simarmata Soroti Permintaan Video Gratis oleh Pejabat, Angkat Isu Biaya Produksi Konten

Gunung Rinjani

Ilustrasi – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Nama kreator konten perjalanan Canro Simarmata menjadi sorotan publik setelah mengungkap percakapannya dengan akun instagram milik Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, @ukp_pariwisata.

Diketahui Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata saat ini dijabat oleh Zita Anjani. Dalam unggahan Canro tersebut, pihak terkait meminta izin untuk menggunakan video karya Canro sebagai materi publikasi.

Konten tersebut langsung memicu diskusi luas di media sosial, terutama terkait isu penghargaan terhadap karya kreator digital di Indonesia.

Dalam penjelasannya, Canro menyoroti bahwa pembuatan konten perjalanan, terutama di lokasi ekstrem seperti gunung, bukanlah proses sederhana.

Ia mengungkap beberapa komponen biaya yang harus dikeluarkan, antara lain peralatan produksi (kamera, drone, perlengkapan outdoor), tenaga dan tim produksi, waktu eksplorasi lokasi, serta risiko keselamatan di lapangan.

Tak hanya itu, Canro juga menyebut adanya biaya perizinan drone yang wajib dibayarkan, dengan kisaran sekitar Rp2 juta per hari kepada pihak berwenang.

BACA JUGA: Update Tarif Pendakian Tahura Raden Soerjo 2026: Arjuno-Welirang hingga Gunung Pundak

Canro menilai, permintaan penggunaan konten secara gratis menjadi ironi di tengah tingginya biaya produksi yang harus ditanggung kreator.

Menurutnya, penting bagi semua pihak, termasuk institusi dan pemerintah, untuk memberikan apresiasi yang layak terhadap karya kreatif. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kreatif yang profesional.

Kasus ini kembali membuka diskusi tentang relasi antara kreator konten dan pihak yang memanfaatkan karya mereka. Di satu sisi, konten kreator berperan besar dalam mempromosikan destinasi wisata. Namun di sisi lain, masih sering muncul ekspektasi bahwa karya tersebut dapat digunakan tanpa kompensasi.

Fenomena ini dinilai menjadi tantangan dalam membangun industri kreatif digital yang sehat di Indonesia.

Melalui unggahannya, Canro berharap ada kesadaran kolektif untuk menghargai proses kreatif secara lebih adil. Dukungan terhadap kreator tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas promosi pariwisata dan citra Indonesia di mata global.

Untuk diketahui, biaya penggunaan drone di kawasan Taman Nasional terbilang cukup tinggi yakni sekitar Rp2 juta per hari. Selain itu, panjangnya proses perijinan juga menjadi salah satu kendalanya.

(mc/ls)