
Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko
Mounture.com — Bagi para pendaki, istilah MDPL pasti sudah tidak asing. Namun, masih banyak yang belum benar-benar memahami arti dan pentingnya dalam aktivitas di alam bebas.
MDPL adalah singkatan dari meter di atas permukaan laut, yaitu satuan untuk mengukur ketinggian suatu tempat dengan menjadikan permukaan laut sebagai titik nol.
Sebagai contoh, Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 MDPL. Artinya, puncaknya berada 3.676 meter di atas permukaan laut. Begitu juga dengan Gunung Rinjani (3.726 MDPL) dan Puncak Jaya (4.884 MDPL).
Selain MDPL, istilah lain yang sering digunakan adalah MASL (meter above sea level). Keduanya memiliki arti yang sama, hanya saja MASL lebih umum digunakan secara internasional.
BACA JUGA: Update Tarif Pendakian Gunung Merbabu 2026: Tiket Tek-Tok hingga Camping 2 Hari 1 Malam
Mengetahui ketinggian sangat penting sebelum mendaki. Semakin tinggi suatu tempat, kondisi lingkungan akan berubah, terutama suhu dan tekanan udara.
Ketinggian juga membantu pendaki memperkirakan tingkat kesulitan jalur serta mempersiapkan perlengkapan yang sesuai.
Ada beberapa cara untuk mengetahui ketinggian suatu lokasi, di antaranya:
1. Altimeter
Altimeter adalah alat yang mengukur ketinggian berdasarkan tekanan udara. Semakin tinggi lokasi, tekanan udara semakin rendah. Alat ini banyak digunakan di dunia penerbangan dan juga oleh pendaki profesional karena tetap akurat meski tanpa sinyal internet.
2. GPS atau Smartphone
Saat ini, ketinggian juga bisa diukur menggunakan GPS di smartphone melalui aplikasi seperti Google Earth. Data yang ditampilkan biasanya berasal dari Digital Elevation Model (DEM), yang menunjukkan elevasi suatu titik di permukaan bumi.
BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Jalur Sungai Jadi Paling Berbahaya saat Erupsi Gunung
Salah satu hal yang sering membingungkan adalah kenapa di gunung suhu justru lebih dingin, padahal lebih dekat dengan matahari? Jawabannya ada pada tekanan udara.
Di dataran rendah, tekanan udara tinggi sehingga banyak molekul udara yang saling bertabrakan dan menghasilkan panas. Sebaliknya, di dataran tinggi tekanan udara lebih rendah, sehingga suhu menjadi lebih dingin.
Secara umum, setiap kenaikan 100 meter, suhu akan turun sekitar 0,5–0,6 derajat Celsius. Artinya, jika mendaki hingga 3.000 MDPL, suhu bisa turun hingga 15–18 derajat Celsius dibandingkan dataran rendah.
Karena suhu bisa turun drastis, pendaki wajib menyiapkan perlengkapan yang memadai seperti jaket gunung, sleeping bag, sarung tangan, dan penutup kepala. Perlengkapan ini berfungsi menjaga suhu tubuh tetap stabil agar terhindar dari hipotermia.
Adapun MDPL bukan sekadar angka. Di baliknya, ada informasi penting yang bisa menentukan keselamatan saat mendaki. Dengan memahami ketinggian, pendaki bisa merencanakan perjalanan lebih matang dan meminimalkan risiko di alam bebas.
(mc/ns)





