
Ilustrasi – Foto: Magma Indonesia
Mounture.com — Kasus pencurian perangkat pemantauan di Gunung Semeru menjadi perhatian serius. Peristiwa ini terjadi di stasiun pemantauan Kopirejo dan berdampak langsung pada terganggunya sistem monitoring aktivitas gunung api yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga).
Melalui keterangan resmi Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, disebutkan bahwa sejumlah perangkat vital telah hilang akibat pencurian.
Akibatnya, stasiun pemantauan tersebut tidak dapat berfungsi secara optimal dalam memantau aktivitas vulkanik Semeru secara real-time.
Perangkat yang dicuri bukan barang biasa. Di antaranya terdapat 12 unit solar panel, 2 regulator solar panel, 12 unit accu, 1 penangkal petir, 1 set kabel grounding, 1 stick grounding, 1 unit power supply DC to DC, serta satu set kabel pendukung lainnya.
“Seluruh perangkat yang dicuri tersebut berfungsi sebagai power supply untuk sensor pemantauan dan sistem transmisi data pemantauan Gunung Api Semeru yang saat ini tingkat aktivitasnya berada pada level III (Siaga),” tulis pernyataan resmi melalui akun media sosial Badan Geologi.
BACA JUGA: 5 Tips Memilih Hammock yang Nyaman dan Aman untuk Camping dan Liburan Alam
Hilangnya perangkat ini bukan hanya soal kerugian material, tetapi juga berpotensi menghambat sistem peringatan dini terhadap aktivitas erupsi.
Seperti diketahui, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, sehingga keberadaan sistem pemantauan menjadi krusial untuk keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Pihak Pos PGA Semeru telah melaporkan kejadian ini kepada aparat berwenang. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan, dan kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
BACA JUGA: Evakuasi Medis Darurat di Sumba Berhasil, Misi Perdana Helikopter SAR FINNS Jadi Sorotan
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa fasilitas pemantauan gunung api adalah bagian dari sistem mitigasi bencana yang harus dijaga bersama. Tanpa dukungan perangkat yang memadai, akurasi data dan kecepatan respons terhadap potensi bahaya bisa terganggu.
Badan Geologi pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga fasilitas tersebut. “Mari kita bersama menjaga peralatan pemantauan gunung api,” demikian imbauannya.
Dengan status Semeru yang masih Siaga, keberlangsungan sistem monitoring menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Keamanan alat pemantauan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
(mc/ril)





