
Foto: Pixabay
Mounture.com — Aktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung memang menawarkan pengalaman seru sekaligus menantang. Namun, di balik keindahan alam, terdapat berbagai risiko yang harus diwaspadai, salah satunya adalah sambaran petir.
Perubahan cuaca di gunung yang cepat dan tidak menentu membuat potensi badai petir menjadi ancaman serius bagi para pendaki. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko saat berada di ketinggian.
Petir cenderung menyambar objek tertinggi di area terbuka, termasuk manusia. Di gunung, kondisi seperti puncak terbuka, padang savana, atau area tanpa pelindung alami meningkatkan risiko tersambar petir.
Selain itu, benda logam yang dibawa pendaki juga dapat meningkatkan potensi bahaya karena bersifat konduktor listrik.
Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko sambaran petir:
1. Cari perlindungan di area yang lebih aman
Jika berada di area terbuka, segera menuju rimbunan pohon yang tidak terlalu tinggi dan tidak berdiri sendiri.
2. Hindari objek tinggi dan area basah
Jangan berlindung di bawah pohon tunggal, batu besar, atau area yang basah dan terdapat genangan air.
3. Gunakan alas kaki berbahan karet
Pastikan tubuh tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Gunakan sepatu atau sandal dengan sol karet untuk mengurangi risiko aliran listrik.
BACA JUGA: Pendakian Gunung Leuser via Kedah: Jalur Terpanjang di Indonesia dengan Trekking Selama 13 Hari
4. Manfaatkan perlengkapan sebagai isolasi
Jika tidak ada tempat berlindung, susun carrier atau backpack lalu posisikan tubuh di atasnya (dalam kondisi tidak hujan).
5. Hindari aktivitas di puncak
Jangan berlama-lama di puncak saat cuaca buruk. Hindari penggunaan kamera dengan flash atau menyalakan kompor.
6. Lepaskan benda logam
Saat terdengar gemuruh petir, segera lepaskan benda logam seperti jam, trekking pole, atau peralatan lainnya.
7. Jaga jarak antar pendaki
Jika berada di area terbuka, jangan berkerumun. Idealnya, beri jarak sekitar 3–5 meter antar anggota tim.
BACA JUGA: Jangan Ajak Balita Naik Gunung, Ini Risiko Nyata yang Sering Diabaikan
8. Posisi aman di dalam tenda
Jika berada di tenda, gunakan alas matras berbahan karet dan posisikan tubuh serendah mungkin. Hindari penggunaan ponsel atau alat elektronik.
9. Tetap waspada terhadap suara petir
Jangan menutup telinga, karena suara petir dapat membantu memperkirakan jarak dan arah sambaran.
10. Siapkan mental dan tetap tenang
Selain upaya teknis, menjaga ketenangan dan fokus sangat penting dalam situasi darurat.
Memahami risiko seperti petir merupakan bagian penting dari keselamatan dalam kegiatan pendakian. Dengan persiapan yang matang dan pengetahuan yang cukup, risiko dapat diminimalkan sehingga aktivitas di alam bebas tetap aman dan menyenangkan.
(mc/pd)





