Jalur Jolotundo Gunung Penanggungan: Pendakian Ekstrem dengan Jejak Candi Peninggalan Majapahit

Foto: Wikipedia/Aju prasetyo

Mounture.com — Jalur Jolotundo merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Penanggungan yang dikenal memiliki rute lebih panjang dibandingkan jalur Tamiajeng.

Jalur ini tidak hanya diminati oleh para pendaki, tetapi juga oleh arkeolog dan peneliti sejarah karena banyaknya situs candi yang tersebar di sepanjang perjalanan.

Keunikan tersebut menjadikan jalur Jolotundo sebagai kombinasi menarik antara wisata alam dan jejak sejarah peninggalan masa lalu.

Pendakian melalui jalur ini dimulai dari kawasan Pemandian Jolotundo yang berada di lereng Gunung Penanggungan.

Sebelum memasuki area pemandian, pendaki akan menemukan area parkir kendaraan dengan tarif sekitar Rp10.000 untuk sepeda motor. Setelah itu, pendaki harus melakukan registrasi di pos perizinan dengan biaya Rp10.000 per orang.

Pada proses registrasi ini, pendaki juga biasanya diminta untuk meninggalkan kartu identitas seperti KTP sebagai data pendakian.

Memasuki area Pemandian Jolotundo, pengunjung akan merasakan suasana yang khas dengan aroma hio atau dupa yang sering digunakan untuk ritual di kawasan tersebut.

BACA JUGA: 3 Menu Makanan Pendakian Gunung yang Tidak Membosankan, Bisa Jadi Alternatif Selain Mi Instan

Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo dikenal lebih menantang dibandingkan jalur Tamiajeng.

Total waktu perjalanan menuju puncak diperkirakan sekitar 9 jam perjalanan, termasuk waktu istirahat sekitar 2,5 jam.

Medan yang dilalui cukup menguras tenaga, sehingga pendaki disarankan memiliki kondisi fisik yang prima sebelum mencoba jalur ini.

Salah satu daya tarik utama jalur Jolotundo adalah keberadaan candi-candi kuno yang dipercaya merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki dapat menemukan beberapa situs candi, di antaranya Candi Bayi, Candi Putri, Candi Pure, Candi Gentong, Candi Shinta, Candi Lurah, Candi Shiwa, Candi Guru, serta Candi Wisnu.

Keberadaan situs-situs tersebut membuat jalur ini sering dikunjungi oleh peneliti sejarah maupun arkeolog yang tertarik mempelajari peninggalan budaya di Gunung Penanggungan.

BACA JUGA: Estimasi Waktu Pendakian Gunung Gede via Putri, Jalur Singkat Menuju Surya Kencana

Di antara berbagai situs candi yang dilewati, Candi Putri dan Candi Guru menjadi lokasi favorit para pendaki untuk beristirahat.

Kedua lokasi ini memiliki suasana yang teduh karena dikelilingi pepohonan yang rindang. Selain itu, Candi Guru juga menawarkan pemandangan alam yang cukup indah sehingga sering dijadikan titik istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagi pendaki yang ingin mencoba jalur Jolotundo, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum memulai perjalanan.

Salah satunya adalah membawa persediaan air yang cukup, karena jalur ini tidak memiliki sumber air sepanjang trek pendakian.

Selain itu, pendaki juga perlu menyiapkan kondisi fisik dan mental, mengingat trek yang cukup panjang dan menanjak dapat menguras tenaga.

Dengan persiapan yang matang, pendakian melalui jalur Jolotundo dapat menjadi pengalaman menarik karena memadukan petualangan alam dengan jejak sejarah kuno di Gunung Penanggungan.

(mc/pd)