
Mounture.com — Kegiatan mendaki gunung kini tak lagi identik dengan kaum lelaki. Semakin banyak pendaki perempuan yang aktif menjelajahi gunung, baik bersama teman, komunitas, maupun pasangan. Namun di balik semangat mereka menaklukkan jalur pendakian, ada satu hal yang kerap luput disadari para pendaki pria: kode-kode halus dari pendaki perempuan.
Berbeda dengan cowok yang cenderung to the point, pendaki perempuan sering menyampaikan keinginan mereka secara tidak langsung. Maka dari itu, kepekaan menjadi kunci penting, apalagi jika pendaki perempuan tersebut adalah gebetan atau pasangan sendiri.
Berikut beberapa kode pendaki perempuan saat naik gunung yang sering terlontar dan sebaiknya dipahami oleh para cowok.
1. “Kamu duluan aja”
Kalimat ini sering muncul saat trekking dimulai. Sekilas terdengar seperti menyuruh cowok jalan duluan, tapi jangan langsung tancap gas. Biasanya, ini adalah kode bahwa si cewek ingin jalan bareng, bukan ditinggal jauh di depan.
Sebagai cowok, langkah terbaik adalah menyesuaikan tempo, tetap berada di jarak yang nyaman, dan sesekali memastikan kondisi mereka baik-baik saja.
2. “Masih jauh nggak pos berikutnya?”
Saat kalimat ini mulai sering terdengar, besar kemungkinan si cewek sudah mulai kelelahan. Ini bukan sekadar pertanyaan, tapi kode halus bahwa mereka ingin istirahat dan ditemani.
Pendaki perempuan umumnya memiliki daya tahan fisik yang berbeda, sehingga lebih sering membutuhkan jeda. Di momen ini, cowok yang peka biasanya akan mengajak berhenti sejenak, minum, atau sekadar duduk santai sambil ngobrol.
BACA JUGA: Talaga Biru, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai dengan Kisah Legenda Wali Songo
3. “Tas aku kok berat banget ya”
Nah, ini salah satu kode paling klasik di jalur pendakian. Saat pendaki perempuan mulai mengeluhkan berat ransel atau rasa tidak nyaman, itu tanda mereka sudah sangat lelah dan butuh bantuan.
Tanpa perlu diminta secara langsung, cowok sebaiknya segera menawarkan diri untuk membawakan tas. Selain membantu secara fisik, sikap ini juga menunjukkan perhatian yang biasanya bikin si cewek merasa lebih nyaman selama pendakian.
4. “Bagus ya view-nya, foto yuk”
Mendaki gunung rasanya kurang lengkap tanpa mengabadikan momen. Pendaki perempuan umumnya lebih antusias soal foto, apalagi jika mereka sudah merasa nyaman dengan partner mendakinya.
Permintaan foto bareng dengan latar pemandangan biasanya menjadi kode bahwa mereka menikmati kebersamaan di jalur pendakian. Jangan ditolak, karena momen sederhana ini bisa jadi kenangan yang berkesan.
Mendaki gunung bukan hanya soal menaklukkan puncak, tetapi juga tentang kerja sama, empati, dan saling memahami. Bagi pendaki cowok, memahami kode-kode pendaki perempuan bisa membuat perjalanan terasa lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua pihak.
Lagipula, sedikit perhatian di jalur pendakian bisa jadi nilai plus yang tak terlupakan, bukan?
(mc/ns)






