
Foto: kaltimprov.go.id
Mounture.com — Wisata alam Gunung Embun atau yang juga dikenal dengan nama Saing Boga perlahan menjelma menjadi ikon petualangan baru di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Berada di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, kawasan ini menawarkan pengalaman unik menyaksikan hamparan awan dan kabut tebal yang menyelimuti punggungan gunung, seolah membawa pengunjung ke “negeri di atas awan”.
Popularitas Gunung Embun semakin melejit setelah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API Award) 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagai salah satu destinasi dataran tinggi terpopuler di Indonesia.
Sejak saat itu, Gunung Embun menjadi magnet bagi pencinta alam, fotografer lanskap, hingga pemburu sunrise.
BACA JUGA: Waspada Dehidrasi saat Mendaki Gunung, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Keunggulan utama Gunung Embun terletak pada fenomena kabut embun tebal yang muncul di pagi hari. Dari puncaknya, wisatawan bisa menikmati pemandangan awan yang menggulung perlahan di bawah kaki gunung, dengan latar pegunungan hijau khas Kalimantan.
Momen terbaik menikmati Gunung Embun adalah sebelum pukul 06.00 pagi, saat embun dan kabut berada pada kondisi paling dramatis. Biasanya, kabut mulai menipis setelah pukul 08.00 WITA, membuka panorama lanskap perbukitan dan hutan yang membentang luas.
Tak heran jika banyak pengunjung memilih berkemah atau menginap demi mendapatkan pengalaman maksimal saat matahari terbit.
Untuk mencapai Gunung Embun, terdapat tiga jalur utama yang bisa ditempuh menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
1. Rute dari Penajam Paser Utara (PPU)
Wisatawan dari PPU dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Tana Paser, melewati Kelurahan Kuaro atau Terminal Antar Provinsi. Sekitar 10 menit setelah terminal, akan ditemui persimpangan Desa Lolo dengan jalur menanjak dan dua tikungan tajam.
Dari simpang tersebut, belok kanan menuju Desa Luan dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit melalui jalan tanah berbatu.
2. Rute dari Tanah Grogot via Desa Lolo
Dari pusat Kota Tanah Grogot, perjalanan menuju simpang tiga Desa Lolo memakan waktu sekitar 29 menit (±21 km). Setelah itu, belok kiri dan lanjutkan perjalanan menuju kawasan Gunung Embun selama 30–45 menit.
3. Rute Tanah Grogot – Tanah Periuk – Lempesu
Rute alternatif ini melewati Desa Tanah Periuk – Lempesu – Desa Luan, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Kondisi jalan bervariasi, mulai dari aspal, cor rigid hingga jalan tanah berbatu dan berlubang setelah Desa Olong Pinang.
Catatan Penting: untuk rute ini, wisatawan disarankan menggunakan tour guide, karena minim rambu penunjuk arah menuju lokasi.
BACA JUGA: Gunung Sago, Pesona Gunung Purba di Kabupaten Lima Puluh Kota yang Kian Dilirik Pendaki
Meski berada di kawasan dataran tinggi, fasilitas di Gunung Embun tergolong cukup lengkap untuk menunjang aktivitas wisata alam, antara lain gazebo dan area bersantai, kios UMKM lokal, pos jaga, musala, area parkir, toilet, spot swafoto berlatar awan, dan area camping terbuka. Fasilitas ini menjadikan Gunung Embun ramah bagi wisatawan keluarga, komunitas, hingga pencinta alam.
Di waktu-waktu tertentu, Gunung Embun juga menjadi lokasi festival paralayang, yang menghadirkan atlet dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Kegiatan ini semakin menguatkan posisi Gunung Embun sebagai destinasi wisata petualangan dan sport tourism di Kalimantan Timur.
Agar pengalaman menjelajah Gunung Embun semakin maksimal, berikut beberapa tips penting:
– Datang dini hari atau menginap untuk menikmati kabut pagi
– Gunakan kendaraan dalam kondisi prima
– Bawa jaket tebal karena suhu cukup dingin
– Perhatikan kondisi cuaca
– Tetap jaga kebersihan dan kelestarian alam
(mc/ril)





