
Mounture.com — Mendaki gunung merupakan aktivitas alam bebas yang menantang sekaligus menguras banyak energi. Selama pendakian, tubuh akan kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan, terutama saat medan terjal dan cuaca panas. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, pendaki berisiko mengalami dehidrasi, kondisi yang kerap dianggap sepele namun dapat berdampak serius.
Dehidrasi tidak hanya terjadi saat mendaki gunung, tetapi dalam aktivitas apa pun. Namun, pada kegiatan pendakian, risiko dehidrasi cenderung lebih tinggi karena intensitas fisik yang besar dan keterbatasan sumber air. Oleh karena itu, penting bagi pendaki untuk mengenali tanda-tanda kekurangan cairan sejak dini agar dapat segera ditangani.
Berikut beberapa tanda tubuh mengalami dehidrasi saat mendaki gunung yang perlu diwaspadai.
1. Rasa Haus Berlebihan
Rasa haus merupakan sinyal awal bahwa tubuh mulai kekurangan cairan. Meski terkesan ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Saat rasa haus muncul, sebaiknya segera beristirahat sejenak dan minum air secukupnya untuk menggantikan cairan yang hilang.
2. Badan Terasa Lemas
Jika dehidrasi berlanjut, tubuh akan mulai terasa lemas dan kehilangan tenaga. Pada kondisi ini, pendaki disarankan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Beristirahat dan menghidrasi tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk.
BACA JUGA: 10 Cara Mencegah Gangguan Hewan Liar saat Berkemah dengan Aman
3. Buang Air Kecil Sedikit dan Berwarna Keruh
Salah satu indikator dehidrasi yang cukup jelas adalah perubahan warna urin. Urin berwarna kuning pekat atau keruh serta frekuensi buang air kecil yang berkurang menandakan tubuh kekurangan cairan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membebani kerja ginjal.
4. Kram Otot dan Kulit Kering
Kurangnya cairan dalam tubuh dapat mengganggu fungsi otot dan sistem saraf. Akibatnya, pendaki bisa mengalami kram otot, terutama setelah berjalan jauh. Selain itu, kulit juga akan terasa kering dan kurang elastis.
5. Kehilangan Kesadaran
Pada tingkat dehidrasi yang parah, pendaki dapat mengalami pusing hebat hingga pingsan atau kehilangan kesadaran. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berada di jalur pendakian, dan memerlukan penanganan segera.
Untuk mencegah dehidrasi saat mendaki gunung, pendaki disarankan selalu membawa dan mengonsumsi air mineral yang cukup, meskipun belum merasa haus.
Mengatur waktu istirahat, menghindari memaksakan diri, serta memahami sinyal tubuh merupakan kunci keselamatan selama pendakian.
Dengan menjaga asupan cairan, pendakian tidak hanya menjadi lebih aman, tetapi juga lebih nyaman dan menyenangkan.
(mc/ns)






