Kisah Misteri Pos Samarantu Gunung Slamet, Lokasi yang Kerap Dikaitkan Penampakan Gaib

Foto: instagram/@mbah_dimaz

Mounture.com — Gunung Slamet yang berada di antara lima kabupaten, yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang, merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini menjadi salah satu tujuan favorit pendaki berpengalaman karena jalurnya yang panjang dan menantang.

Di balik kemegahan dan keindahan alamnya, Gunung Slamet juga dikenal memiliki kisah misteri yang cukup sering diperbincangkan di kalangan pendaki. Salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan cerita tersebut adalah Pos 4 jalur pendakian via Bambangan, yang dikenal dengan nama Pos Samarantu.

Pos Samarantu ditandai dengan keberadaan dua pohon besar yang berdiri sejajar, menyerupai sebuah pintu gerbang alami. Banyak pendaki meyakini bahwa lokasi ini merupakan gerbang menuju kerajaan gaib Gunung Slamet, sebagaimana cerita yang berkembang secara turun-temurun.

BACA JUGA: Ini Cara Membersihkan Sleeping Bag dengan Benar

Nama Samarantu sendiri dipercaya berasal dari gabungan kata “Samar” dan “Hantu”, yang diartikan sebagai sosok gaib yang tidak terlihat secara jelas.

Beberapa pendaki mengaku pernah melihat penampakan samar, merasakan suasana berbeda, hingga mengalami kondisi linglung atau merasa berjalan di tempat yang sama saat melintasi area tersebut.

Karena itulah, terdapat kepercayaan di kalangan pendaki untuk mengucapkan salam atau permisi sebelum melewati Pos Samarantu sebagai bentuk penghormatan.

BACA JUGA: 4 Alat Canggih Pendukung Pendakian Gunung, Aman dan Praktis di Alam Bebas

Meski kisah tersebut kerap dibicarakan, cerita Pos Samarantu bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar setiap pendaki selalu waspada dan menjaga sikap selama berada di alam bebas.

Pendaki diimbau untuk menjaga ucapan dan perilaku, memperbanyak doa sesuai kepercayaan masing-masing, tidak melakukan tindakan yang merusak alam, dan selalu membawa kantong sampah pribadi.

Menjaga kesopanan dan kelestarian alam bukan hanya demi keselamatan diri sendiri, tetapi juga untuk kenyamanan pendaki lain serta keberlangsungan ekosistem Gunung Slamet.

(mc/pd)