
Ilustrasi – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko
Mounture.com — Fenomena alam Brocken spectre kembali menarik perhatian setelah terlihat beberapa waktu lalu di kawasan pegunungan berkabut.
Peristiwa optik yang jarang terjadi ini menampilkan bayangan manusia berukuran raksasa yang tampak melayang di atas awan, sering kali dikelilingi cincin cahaya berwarna menyerupai halo.
Brocken spectre, yang juga dikenal sebagai Brocken bow atau mountain spectre, merupakan bayangan pengamat yang terproyeksi ke permukaan awan, kabut, atau fog di hadapannya. Bayangan tersebut tampak membesar dan menyerupai sosok hantu karena efek ilusi optik yang dipengaruhi jarak dan cahaya matahari.
Lantas apa itu Brocken Spectre? Dikutip dari Mount Washington Observatory, Brocken spectre terjadi ketika matahari berada tepat di belakang pengamat, sementara di depan pengamat terdapat awan atau kabut dengan tetesan air berukuran seragam.
Kondisi ini membuat bayangan pengamat jatuh ke awan dan tampak sangat besar, seolah-olah membentuk figur raksasa.
Efek visual ini sering kali disertai glory, yaitu cincin cahaya berwarna-warni yang mengelilingi kepala bayangan. Fenomena ini muncul akibat pembiasan dan pantulan cahaya matahari oleh tetesan air kecil di awan.
Secara ilmiah, pembesaran bayangan bukan karena ukurannya benar-benar membesar, melainkan karena gangguan persepsi kedalaman. Bayangan jatuh pada tetesan air di berbagai jarak, sehingga otak sulit menentukan skala sebenarnya.
BACA JUGA: Teknik Rappeling dalam Pendakian Gunung
Nama Brocken spectre berasal dari Gunung Brocken di Pegunungan Harz, Jerman. Puncak gunung ini sering berada tepat di atas lapisan awan, menjadikannya lokasi klasik kemunculan fenomena tersebut.
Meski identik dengan Jerman, Brocken spectre sebenarnya dapat muncul di gunung mana pun yang memiliki kondisi cuaca serupa.
Fenomena ini juga dapat diamati di tepi awan, lereng pegunungan berkabut, hingga area dataran tinggi dengan visibilitas terbatas.
Brocken spectre umumnya muncul ketika matahari berada rendah dan tepat di belakang pengamat, pengamat berdiri di punggungan atau puncak gunung, terdapat awan, kabut, atau fog di bawah posisi pengamat, serta tetesan air di awan relatif seragam ukurannya.
Fenomena ini bersifat sementara dan bisa menghilang dalam hitungan detik hingga menit, tergantung pergerakan awan dan sudut cahaya matahari.
Dalam beberapa kejadian, Brocken spectre dapat muncul lebih dari satu bayangan. Hal ini terjadi ketika terdapat lapisan awan dengan ketinggian berbeda, sehingga bayangan tampak berlapis atau membentuk Brocken spectre ganda.
Fenomena serupa juga pernah diamati oleh pengamat cuaca profesional dan pendaki gunung di berbagai belahan dunia, Brocken spectre merupakan salah satu contoh interaksi unik antara cahaya matahari, topografi, dan kondisi atmosfer.
Meski tampak menyeramkan bagi yang belum pernah melihatnya, Brocken spectre sejatinya adalah fenomena optik alami yang tidak berbahaya. Justru, kemunculannya menjadi momen langka dan berharga bagi pendaki, fotografer alam, serta pengamat cuaca.
Fenomena ini mengingatkan bahwa alam masih menyimpan banyak keajaiban visual yang hanya muncul dalam kondisi tertentu dan waktu yang singkat.
(mc/ril)






