Simak! Beberapa Kiat Mendaki Gunung saat Musim Kemarau

Ilustrasi – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Mendaki gunung di musim kemarau bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan karena biasanya cuaca lebih stabil dan langit cerah.

Namun, kondisi panas dan kering bisa menimbulkan tantangan tersendiri. Nah, berikut ini beberapa kiat untuk mendaki gunung di musim kemarau agar tetap aman dan nyaman.

1. Perencanaan matang

Pastikan memeriksa prakiraan cuaca sebelum mendaki. Meski musim kemarau, cuaca bisa berubah dengan cepat, terutama di pegunungan. Pilih rute yang sesuai dengan kemampuan dan pastikan medan aman dari potensi kebakaran hutan atau tanah longsor akibat kekeringan.

2. Hidrasi yang cukup

Karena suhu yang panas, maka tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat. Pastikan membawa cukup air minum untuk mendaki, setidaknya 2-3 liter air per hari. Jika ada sumber air di sepanjang jalur, pastikan itu aman untuk diminum atau bawa alat penyaring air.

3. Pakaian dan perlengkapan yang tepat

Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan cepat kering. Pilih bahan yang breathable, seperti katun atau dry-fit. Selain itu, lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung dengan topi bertepi lebar dan kacamata hitam untuk menghindari kelelahan mata.

Tak hanya itu, gunakan tabir surya dengan SPF tinggi, terutama di area yang terpapar langsung seperti wajah, leher, dan tangan.

BACA JUGA: Cara Gunakan Trekking Pole dengan Benar

4. Waktu mendaki

Jika memungkinkan, mulai pendakian saat pagi hari untuk menghindari panas terik. Siang hari adalah waktu terpanas, jadi hindari mendaki pada tengah hari. Pastikan berhenti di tempat yang teduh dan beristirahat secara teratur.

5. Kenali tanda dehidrasi

Kekurangan cairan pada tubuh atau dehidrasi bisa berakibat bahaya. Beberapa tanda dehidrasi termasuk pusing, lelah, kulit kering, bibir pecah-pecah, dan air seni berwarna gelap. Jika merasakan gejala ini, segera beristirahat dan minum air.

BACA JUGA: Beberapa Rekomendasi Wisata Air Terjun Memukau di Indonesia

6. Makanan yang mengandung banyak air

Bawa makanan yang memiliki kadar air tinggi seperti buah-buahan (semangka, jeruk, apel) untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.

7. Lindungi diri dari bahaya kebakaran hutan

Saat musim kemarau, potensi kebakaran hutan cukup tinggi, untuk itu hindari perilaku yang berpotensi bisa menimbulkan percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarang. Selalu perhatikan tanda-tanda peringatan kebakaran di jalur pendakian.

8. Siapkan perlengkapan darurat

Pastikan perangkat navigasi dan ponsel Anda selalu terisi daya, terutama di jalur yang jarang dilalui. Bawa peralatan medis dasar, termasuk obat anti panas, salep untuk kulit terbakar matahari, serta plester atau antiseptik.

(mc/cg)