Sering Gagal Naik Gunung Bareng Teman? Bisa Jadi Gara-Gara 3 Hal Ini

  • 12 August 2026 09:13

Teman Pendakian

Mounture.com — Naik gunung bareng teman menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi banyak pencinta alam. Selain menikmati keindahan alam dan perjalanan menuju puncak, mendaki bersama teman yang sudah sefrekuensi tentu bisa membuat perjalanan terasa lebih seru.

Namun, di balik keseruan tersebut, ada berbagai persoalan yang kerap dihadapi pendaki ketika ingin membuat rencana pendakian gunung bersama teman.

Tiga hal yang paling sering menjadi kendala adalah uang, waktu, dan teman pendakian. Ketiganya terkadang sulit ditemukan dalam waktu yang bersamaan. Alhasil, rencana mendaki gunung yang sudah dibicarakan sejak jauh-jauh hari justru berakhir batal.

BACA JUGA: Basecamp Pendakian Bukan Sekadar Tempat Singgah, Ini Fungsi Pentingnya

1. Ada Uang, tapi Tidak Punya Waktu

Persoalan pertama yang sering dialami pendaki adalah masalah waktu.

Ketika kondisi keuangan sedang memungkinkan dan ada teman yang mengajak mendaki, ternyata jadwal pekerjaan, kuliah, atau aktivitas lainnya sedang padat.

Padahal, waktu menjadi salah satu hal penting dalam menentukan keberhasilan sebuah rencana pendakian.

Tidak mungkin memaksakan diri mendaki ketika sedang memiliki tanggung jawab lain yang harus diselesaikan.

Situasi tersebut akhirnya membuat pendaki harus memilih antara menyelesaikan aktivitas yang sudah menjadi kewajiban atau ikut dalam rencana pendakian bersama teman.

2. Ada Waktu, tapi Tidak Ada Uang

Dilema berikutnya justru kebalikan dari persoalan pertama. Ketika sudah mendapatkan waktu luang untuk mendaki gunung, kondisi keuangan malah tidak mendukung.

Mendaki gunung memang dapat dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau, tetapi tetap membutuhkan anggaran. Mulai dari transportasi, tiket masuk kawasan pendakian, logistik, perlengkapan tertentu, hingga kebutuhan selama perjalanan.

Jika lokasi gunung yang dituju cukup jauh, biaya transportasi tentu menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan. Karena itu, memiliki waktu luang belum tentu membuat seseorang bisa langsung berangkat mendaki.

3. Ada Uang dan Waktu, tapi Tidak Ada Teman

Ini mungkin menjadi salah satu kondisi yang paling bikin galau. Uang sudah tersedia. Waktu juga sedang kosong. Namun, tidak ada teman yang bisa diajak mendaki.

Teman yang biasanya menjadi partner perjalanan mungkin sedang sibuk bekerja, memiliki kegiatan keluarga, kehabisan uang, atau sudah memiliki agenda lain.

Padahal, bagi sebagian pendaki, mendaki gunung bareng teman yang sudah klop menjadi bagian penting dari keseruan perjalanan. Berangkat bersama orang yang sudah dikenal juga membuat komunikasi selama perjalanan menjadi lebih nyaman.

BACA JUGA: 4 Prinsip Dasar Menjaga Tubuh Tetap Hangat Saat Mendaki Gunung

Berbagai persoalan tersebut sebenarnya bisa disiasati dengan membuat perencanaan pendakian sejak jauh-jauh hari. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menentukan jadwal pendakian setidaknya dua bulan sebelum keberangkatan.

Penentuan waktu tersebut sebaiknya dilakukan melalui musyawarah bersama seluruh calon peserta. Dengan begitu, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyesuaikan jadwal pekerjaan, kuliah, maupun aktivitas lainnya.

Selain waktu, masalah keuangan juga dapat diantisipasi dengan melakukan pengumpulan uang atau tabungan bersama.

Misalnya, seluruh anggota kelompok menyepakati nominal tertentu yang harus disisihkan secara berkala hingga mendekati hari keberangkatan. Cara tersebut dapat membantu meringankan beban biaya ketika hari pendakian tiba.

Agar rencana pendakian gunung bersama teman tidak mudah berantakan, kelompok juga bisa membuat kesepakatan sejak awal. Salah satunya berkaitan dengan pembatalan keberangkatan.

Jika seseorang sudah menyatakan kesanggupan untuk ikut, kemudian membatalkan secara sepihak, dapat diberlakukan konsekuensi yang telah disepakati bersama.

Namun, tentu saja ada pengecualian untuk kondisi tertentu yang memang tidak dapat dihindari, seperti urusan keluarga atau keadaan darurat.

Kesepakatan tersebut bukan untuk membebani anggota kelompok, melainkan membantu menjaga komitmen bersama agar rencana pendakian yang sudah disusun tidak mudah berubah.

(mc/ns)