Perlengkapan Pribadi yang Wajib Dibawa saat Mendaki Gunung

(Mounture.com) — Aktivitas mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang banyak membutuhkan perlengkapan dan juga peralatan yang cukup banyak, di mana piranti-piranti tersebut dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan pendakian ke gunung.

Namun, diantara banyaknya perlengkapan yang dibutuhkan, ada beberapa keperluan individu atau pribadi yang wajib kalian bawa saat akan mendaki gunung. Nah, berikut ini beberapa perlengkapan pribadi yang wajib kalian bawa saat akan mendaki gunung.

1. Pakaian ganti,

Pakaian ganti wajib kalian bawa, pasalnya kalian harus membedakan pakaian untuk trekking dengan pakaian saat beristirahat di lokasi camp. Hal ini demi kenyamanan kalian saat mendaki gunung dan juga menghindari diri terkena hipotermia.

2. Kaos kaki cadangan,

Kaos kaki pun sama dengan halnya pakaian yang juga harus diganti dan dibedakan saat trekking dan untuk tidur atau beristirahat. Terlebih ketika mendaki gunung saat musim hujan pastinya kaos kaki akan menjadi basah dan wajib kalian ganti.

3. Senter,

Piranti ini dibutuhkan sebagai alat penerangan baik ketika trekking, ataupun saat ngecamp. Senter memiliki peran penting ketika mendaki gunung jadi jangan sampai tertinggal atau tidak membawanya.

4. Sleeping Bag,

Berguna untuk digunakan saat tidur demi kenyamanan kalian saat tidur di udara yang dingin, seperti di gunung.

5. Matras,

Piranti ini bisa digunakan untuk alas tidur ataupun duduk saat ngecamp. Selain itu matras juga berfungsi sebagai alat pelindung barang-barang di tas carrier kalian dan juga membuat rapi tampilan tas carrier kalian.

6. Tas Carrier,

Gunakan tas carrier dengan volume yang disesuaikan dengan lamanya pendakian, dan juga peralatan yang kalian bawa.

7. Obat pribadi,

Saat mendaki gunung kalian harus membawa obat-obatan pribadi demi kenyamanan pendakian.

8. Sarung tangan,

Perlengkapan ini wajib dibawa, pasalnya suhu di gunung cenderung dingin. Selain itu, sarung tangan juga bisa berfungsi untuk menjaga tangan terkena benda-benda tajam saat trekking, seperti duri. (MC/RL)

Foto: dok. Cozmeed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.