
Foto: instagram/@knuga88
Mounture.com — Melakukan kegiatan di alam bebas, pastinya memerlukan pengetahuan hingga pengalaman agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, dan aman.
Salah satu pengetahuan yang perlu diketahui ialah mengenai teknik repling (rappeling). Teknik ini merupakan cara untuk menuruni ketinggian dengan media tali (tali karmantel) dari atas ke bawah.
Teknik ini dilakukan secara perlahan sembari mengulurkan tali karmantel, dan perlu diketahui bahwa posisi kaki jangan sampai salah langkah agar badan tidak terpelanting ke kanan ataupun ke kiri.
Teknik rappeling sendiri terdapat dua teknik, di antaranya:
1. Rappeling cepat
Biasanya digunakan dalam kejuaraan panjat tebing atau kadang digunakan oleh tentara atau polisi dalam menangani kasus atau operasi militer di gunung maupun hutan.
BACA JUGA:
5 Gunungapi di Indonesia Masuk Level Siaga
Rekomendasi Gunung untuk Tektok di Bandung
2. Rappeling lambat
Teknik ini biasanya digunakan pendaki gunung atau pemanjat tebing untuk menuruni tebing perlahan-lahan.
Untuk melakukan teknik rappeling ini, Anda harus menyiapkan beberapa peralatan di antaranya, harness, tali karmantel, carabiner, figure 8 dan helm.
Biasanya untuk kegiatan mendaki gunung yang menggunakan teknik ini cenderung memiliki jalur yang cukup ekstrim, seperti Gunung Raung di Jawa Timur, ataupun Gunung Cartenz di Papua
(mc/pd)