Etika Buang Hajat saat Pendakian

Ilustrasi – Foto: Tahura Raden Soerjo

Mounture.com — Berkegiatan di alam bebas, khusus mendaki gunung banyak yang beranggapan bahwa pendaki akan kesulitan untuk melakukan kegiatan buang air besar (BAB). Bahkan tidak jarang orang-orang mempertanyakan cara atau etika saat sedang ingin melakukan ‘ritual’ tersebut.

Rutinitas yang tidak bisa dihindari itu terkadang menjadi masalah ketika berada di alam bebas, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan buang hajat ini bisa terlaksana dengan mudah.

Berikut ini beberapa etika saat akan buang hajat di gunung yang perlu diperhatikan.

BACA JUGA:

Belum Padam, Luasan Kebakaran di Gunung Lawu Capai 100 Hektare

Panduan Singkat Mendaki Gunung Merbabu via Suwanting

1. Lokasi

Carilah lokasi yang cukup tertutup seperti semak-semak. Pastikan tidak berada di jalan setapak atau di jalur pendakian serta jauh dari lokasi sumber air karena akan mencemari air dan mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.

2. Persiapkan peralatan

Jika Anda sering membawa tisu basah, Anda bisa mulai menggantinya dengan handuk kecil yang dibasahi air atau tisu kering yang dibasahi agar dapat meminimalisir sampah tisu basah yang sulit terurai. Jangan lupa membawa sekop kecil dan sedikit air dalam jerigen atau botol kecil untuk membilas.

3. Gali dan tutup lubang

Dengan sekop, buatlah lubang dengan kedalaman sekitar 20 centimeter dan kubur kotoran kita. Hal tersebut merupakan cara termudah untuk mencegah penyebaran penyakit dan tentu saja demi kenyamanan bersama.

(mc/pc)