Bahaya Kelebihan Beban Saat Pendakian untuk Perempuan, Risiko Cedera hingga Gangguan Kesehatan

Pendaki Perempuan

Mounture.com — Pendakian gunung menjadi aktivitas yang semakin digemari perempuan karena mampu menghadirkan pengalaman petualangan sekaligus kebugaran fisik. Namun, di balik semangat menjelajah alam, terdapat satu risiko serius yang kerap diabaikan, yaitu kelebihan beban saat pendakian. Membawa carrier terlalu berat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan perempuan pendaki.

Secara anatomi, tubuh perempuan memiliki struktur otot dan tulang yang berbeda dibandingkan laki-laki. Massa otot relatif lebih kecil, sementara sendi dan tulang belakang lebih rentan terhadap tekanan berlebih. Ketika beban carrier melebihi kemampuan tubuh, risiko cedera akan meningkat signifikan.

Idealnya, beban carrier perempuan tidak lebih dari 20–25 persen berat badan. Jika melebihi batas tersebut, tubuh akan bekerja terlalu keras untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas selama pendakian.

BACA JUGA: 8 Tips Aman Menuju Puncak Gunung, Persiapan Wajib Sebelum Summit Attack

Risiko Cedera Otot dan Tulang Belakang

Bahaya paling umum dari kelebihan beban saat pendakian adalah nyeri punggung, bahu, dan pinggang. Tekanan berlebih pada tulang belakang dapat memicu cedera otot, saraf terjepit, hingga gangguan postur tubuh.

Dalam jangka panjang, kebiasaan membawa beban berlebih berpotensi menyebabkan low back pain kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan setelah pendakian selesai.

Meningkatkan Risiko Jatuh dan Keseimbangan Terganggu

Carrier yang terlalu berat dapat menggeser pusat gravitasi tubuh, sehingga keseimbangan menjadi tidak stabil. Kondisi ini sangat berbahaya ketika melewati jalur sempit, licin, atau berbatu.

Perempuan pendaki dengan beban berlebih lebih rentan mengalami terpeleset, terjatuh, atau terkilir, terutama saat turunan panjang.

BACA JUGA: Sate Maranggi Purwakarta: Kuliner Legendaris Jawa Barat dengan Cita Rasa Autentik

Memicu Kelelahan Berlebih dan Dehidrasi

Beban berlebih memaksa tubuh bekerja ekstra, menyebabkan detak jantung meningkat lebih cepat dan energi terkuras. Akibatnya, pendaki perempuan akan lebih cepat lelah, sulit menjaga ritme, dan berisiko mengalami dehidrasi serta kelelahan ekstrem.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi siklus hormon, terutama saat pendakian di ketinggian dengan tekanan fisik tinggi.

Gangguan Pernapasan dan Asupan Oksigen

Carrier yang terlalu berat dan tidak terpasang dengan benar dapat menekan dada dan bahu, sehingga pernapasan menjadi lebih pendek dan tidak efisien. Di jalur dengan elevasi tinggi, kondisi ini meningkatkan risiko hipoksia ringan, pusing, hingga mual.

Tips Mencegah Kelebihan Beban saat Pendakian

Untuk menghindari risiko tersebut, perempuan pendaki disarankan:

– Mengatur berat carrier maksimal 20–25% dari berat badan

– Membawa perlengkapan esensial saja dan menghindari barang berlebih

– Menggunakan carrier sesuai postur tubuh perempuan

– Membagi beban logistik secara adil dalam tim

– Melakukan latihan kekuatan inti dan punggung sebelum pendakian.

(mc/pd)