
Foto: KAI
Mounture.com — Di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama masa angkutan libur Lebaran 2026, ada sosok-sosok yang turut menghadirkan kenyamanan bagi pelanggan kereta api. Mereka adalah para petugas porter di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung yang tetap setia melayani di stasiun, bahkan saat banyak orang lainnya berkumpul bersama keluarga.
Wilayah KAI Daop 2 Bandung mencatat terdapat 236 petugas porter yang tersebar di beberapa stasiun utama, seperti Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Tasikmalaya, dan Stasiun Banjar.
Para porter tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, khususnya dalam membantu pelanggan mengangkut barang bawaan dari ruang tunggu menuju kereta maupun sebaliknya.
Peran porter tidak hanya sekadar membantu membawa barang. Mereka juga memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi lansia, keluarga dengan anak, maupun pelanggan dengan barang bawaan cukup banyak.
Selain itu, porter juga kerap membantu pelanggan dengan memberikan informasi terkait letak jalur kereta, posisi tempat duduk sesuai tiket, hingga jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta di stasiun.
Kehadiran mereka menjadi salah satu bentuk pelayanan humanis di lingkungan stasiun, yang turut meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan kereta api.
BACA JUGA: Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya: Daya Tarik Kawah, Air Panas, Harga Tiket, dan Aktivitas Seru
Di balik peran penting tersebut, tersimpan kisah pengorbanan para porter yang tetap bertugas selama masa Lebaran. Tidak sedikit dari mereka yang memilih tidak mudik ke kampung halaman demi memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para porter yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Para petugas porter ini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Bahkan di momen Lebaran sekalipun, ada di antara mereka yang rela tidak mudik demi tetap membantu pelanggan di stasiun,” ujar Kuswardojo.
Ia juga menambahkan bahwa profesi porter memiliki tantangan tersendiri, termasuk dari sisi penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.
“Kami memahami bahwa penghasilan para porter tidak selalu tetap, tergantung pada jumlah pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Namun demikian, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
BACA JUGA: Arus Balik Lebaran 2026: DAMRI Hadirkan Tarif Mulai Rp280 Ribu dari Malang dan Surabaya ke Jakarta
Pihak PT Kereta Api Indonesia juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan porter yang tersedia di stasiun.
Selain membantu meringankan barang bawaan, penggunaan jasa porter juga menjadi bentuk dukungan terhadap para pekerja yang telah berkontribusi dalam pelayanan transportasi kereta api.
Di sisi lain, pelanggan juga diingatkan untuk tetap membawa barang bawaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama serta kelancaran mobilitas di area stasiun maupun di dalam kereta api.
“Dengan memanfaatkan layanan porter dan membawa barang secukupnya, pelanggan tidak hanya mendapatkan kenyamanan, tetapi juga turut mendukung ekosistem pelayanan di stasiun. Kami berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” tutup Kuswardojo.
Melalui dedikasi para porter dan sinergi seluruh petugas, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan berkesan, bahkan di tengah momen penting seperti Lebaran.
(mc/ril)





