6 Tips Memilih Perbekalan Logistik saat Mendaki Gunung, Pendaki Pemula Wajib Tahu

Ilustrasi logistik pendakian – Foto: cadventura.com

Mounture.com — Sebelum melakukan pendakian gunung, setiap pendaki wajib mempersiapkan berbagai perlengkapan dengan baik. Salah satu hal yang paling penting adalah perbekalan logistik, terutama makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama berada di jalur pendakian.

Logistik pendakian harus dipersiapkan dengan matang karena aktivitas mendaki gunung membutuhkan energi dan kalori yang cukup besar. Oleh karena itu, pendaki perlu memperhitungkan jenis makanan yang dibawa agar mampu memenuhi kebutuhan energi selama perjalanan.

Selain mempertimbangkan kandungan kalori, makanan yang dibawa juga sebaiknya praktis, ringan, dan mudah dimasak di alam terbuka.

Berikut beberapa panduan memilih perbekalan logistik saat mendaki gunung yang bisa menjadi referensi bagi para pendaki, khususnya pemula.

1. Jangan Terlalu Banyak Membawa Mi Instan

Mi instan memang menjadi salah satu makanan favorit para pendaki karena mudah dimasak dan memiliki banyak varian rasa.

Namun saat melakukan pendakian, disarankan tidak membawa terlalu banyak mi instan. Hal ini karena mi instan tidak mengandung kalori yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi selama trekking.

Sebagai alternatif, pendaki bisa membawa oatmeal yang lebih praktis sekaligus memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik. Meski demikian, membawa mi instan tetap diperbolehkan selama tidak dijadikan sebagai logistik utama.

2. Membawa Sereal Sebagai Pengganti Nasi

Bagi sebagian orang, nasi merupakan makanan utama. Namun saat mendaki gunung, membawa beras dan memasak nasi sering kali dianggap kurang praktis.

Selain membutuhkan waktu lebih lama, proses memasak nasi di area camp juga tidak selalu mudah dilakukan. Sebagai solusi, pendaki bisa membawa sereal yang lebih praktis sebagai pengganti nasi untuk makanan utama.

3. Pilih Lauk yang Praktis

Saat memilih lauk untuk logistik pendakian, sebaiknya hindari membawa telur karena berisiko pecah selama perjalanan di dalam carrier.

Sebagai gantinya, bawalah lauk yang lebih praktis dan tahan lama, seperti sosis, abon, atau kering tempe. Jenis makanan tersebut lebih mudah dibawa serta tidak memerlukan proses memasak yang rumit.

BACA JUGA: Sering Gagal Nanjak Bareng Teman? Ini 5 Tips Biar Rencana Pendakian Jadi Kenyataan

4. Bawa Madu dan Cokelat

Saat melakukan trekking di jalur pendakian, tubuh membutuhkan asupan energi tambahan agar tidak cepat lelah.

Karena itu, madu dan cokelat menjadi salah satu logistik yang cukup penting dibawa. Kedua jenis makanan ini dapat membantu menambah energi dengan cepat ketika tubuh mulai kelelahan selama perjalanan.

5. Pilih Makanan Ringan yang Simpel

Pendaki juga disarankan untuk tidak membawa makanan ringan yang kemasannya besar tetapi isinya sedikit. Jenis makanan seperti itu hanya akan memenuhi ruang di dalam tas carrier tanpa memberikan manfaat yang maksimal.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan ringan yang lebih praktis seperti biskuit, roti kering, atau snack berkalori tinggi. Selain mudah dibawa, makanan tersebut juga dapat menjadi sumber energi tambahan selama perjalanan.

6. Siapkan Minuman yang Tepat

Selain makanan, minuman juga menjadi bagian penting dari logistik pendakian. Pendaki disarankan membawa air mineral secukupnya, air gula, minuman berion, atau oralit yang dicampur air. Minuman tersebut dapat membantu menjaga hidrasi tubuh selama perjalanan.

Sebaliknya, pendaki sangat tidak dianjurkan membawa bir atau minuman beralkohol, karena dapat mengganggu kondisi tubuh selama aktivitas pendakian.

(mc/pd)