
dok. TNGGP
Mounture.com — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP) mengumumkan kabar gembira yaitu lahirnya bayi Owa Jawa betina dari pasangan Owa Jawa ‘Jolly’ (betina), dan ‘Boby’ (jantan).
Bayi mungil Owa jawa berjenis kelamin betina dengan berat 370 gram berhasil dilahirkan dengan selamat melalui operasi caesar pada Rabu, 3 Februari 2021 pukul 10.25 WIB. Proses caesar berlangsung sekitar 25 menit.
Dalam keterangan resminya, TNGGP, mengungkapkan bahwa proses kelahiran bayi Owa Jawa ini merupakan kelahiran yang ketiga untuk Jolly. Di mana yang pertama yaitu si Billy Putri pada 28 April 2018, dan kedua pada Desember 2019 namun anaknya mati setelah beberapa hari dirawat, dan lahiran ketiga 3 Februari 2021.
“Proses ini sukses membuat kami menghela nafas dan berkeringat dingin. Jolly dan Boby merupakan pasangan Owa jawa yang direhabilitasi di Javan Gibbon Center (JGC), Resort PTN Wilayah Bodogol Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” tulis TNGGP melalui laman resminya.
Lebih lanjut dijelaskan keberadaan JGC merupakan salah satu upaya mengejawantahkan cinta pihaknya untuk kelestarian Owa jawa, kerja sama antara Balai Besar TNGGP dengan Yayasan Owa Jawa (YOJ) yang didukung Conservation International Indonesia (CI Indonesia).
Pihak TNGGP pun memberikan kronologi terkait kelahiran bayi Owa Jawa tersebut, yang mana terjadi kekhawatiran ketika bayi dikeluarkan, ternyata ditemukan kondisi leher bayi Owa jawa yang terlilit tali pusar (ari-ari).
“Dengan sigap dan secara perlahan-lahan lilitan tersebut dilepaskan dan tubuhnya dibersihkan dari darah yang menempel. Dorongan kuat si bayi saat ingin keluar dari perut induknya pun nampak berupa memar-memar di area pelipis mata dan mulut. Karena lilitan itulah bayi Owa jawa tersebut tidak bisa lahir secara normal,” jelas pihak TNGGP.
Sebagai informasi, sejak 2003, jumlah Owa Jawa yang direhabilitasi di JGC sebanyak 50 individu. Di mana 32 individu diantaranya telah dilakukan pelepasliaran. (MC/RIL)
Sumber: TNGGP