Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Lereng Gunung

Kawasan Wisata Gunung Bromo mengalami kebakaran pada 1/9/2023 – Foto: TNBTS

Mounture.com — Beberapa waktu terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng gunung kerap terjadi. Kejadian ini tak hanya berdampak pada penutupan daerah pendakian, namun yang patut diwaspadai adalah rusaknya ekosistem dan vegetasi di area gunung yang berefek jangka panjang.

Dikutip dari akun instagram Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan bahwa penyebab karhutla didefinisikan sebagai sesuatu yang bersifat alami maupun perbuatan manusia yang menyebabkan terjadinya proses penyalaan serta pembakaran bahan bakar hutan dan lahan.

Adapun musim kemarau yang kering dan panas, kondisi alam serta perilaku manusia dalam menggunakan api menyebabkan kebakaran hutan menjadi lebih mudah.

BNPB menyebutkan bahwa bulan Agustus hingga Oktober 2023 merupakan periode kekeringan puncak di Indonesia sebagai dampak El Nino, di mana Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan dengan kategori rendah (0-100 mm per bulan) berdasarkan prediksi curah hujan bulanan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BACA JUGA:

Kebakaran Hutan Masih Jadi Masalah Pelik

Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno dengan Bom Air

Selain itu, fenomena Ekuinoks yakni posisi matahari yang akan berada di sekitar ekuator atau khatulistiwa jelang akhir tahun, tepatnya pada September hingga Oktober, matahari secara siklusnya akan kembali berada di sekitar ekuator, pada periode tersebut radiasi matahari yang diterima oleh Indonesia akan maksimum yang mengakibatkan suhu udara akan lebih panas.

Sementara peristiwa kebakaran hutan di kawasan gunung di Indonesia yang marak terjadi disinyalir terjadi karena dua faktor, yakni karena alam atau ulah manusia.

Untuk faktor alam, terjadi karena iklim berupa suhu yang tinggi, arah tiupan angin dan curah hujan yang rendah. Selain itu, sambaran petir dapat menimbulkan percikan api yang menimbulkan kebakaran. Lalu erupsi gunung berupa lahar panas yang melewati hutan dapat memicu kebakaran.

Sedangkan pada faktor manusia, berupa rokok, perkemahan dengan menyalakan api unggun, membakar sampah, hingga penggunaan api untuk persiapan pembukaan lahan.

Langkah Preventif dan Antisipatif Pencegahan Karhutla di Lereng Gunung

BNPB menyebutkan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah karhutla di lereng gunung, di antaranya hindari membakar di area hutan, memantau titik api, melakukan patroli dan pengawasan lebih ketat, dan mendeteksi karhutla sedini mungkin.

Selalu pastikan untuk menghindari membakar rumput atau apapun yang dapat berpotensi membuat api menjadi lebih besar. Pastikan api sudah padam betul saat melakukan aktivitas pembakaran.

Selanjutnya, rutin melakukan monitoring untuk memantau titik api dengan memanfaatkan cata satelit cuaca dan titik api. Kemudian, melakukan patroli di kawasan lereng gunung, utamanya pada lokasi gunung yang memiliki histori kejadian karhutla sebelumnya.

Lalu, lakukan deteksi sejak masih awal (volume lahan terbakar masih kecil) dan segera komunikasikan agar aktivitas pemadaman menjadi lebih efektif dan efisien. (MC/RIL)