
Mounture.com — Buat kamu yang merasa hiking terlalu singkat, trekking bisa jadi pilihan berikutnya.
Trekking merupakan aktivitas berjalan kaki dengan perjalanan yang umumnya lebih panjang dan medan yang lebih beragam. Rutenya bisa melewati hutan, perbukitan, lembah, pedesaan, hingga kawasan pegunungan.
Durasi perjalanan trekking juga bisa berlangsung selama berjam-jam hingga beberapa hari, tergantung rute dan tujuan. Karena itu, trekking bukan cuma soal seberapa kuat kaki melangkah, tetapi juga bagaimana kamu mengatur tenaga, membawa perlengkapan, dan membaca kondisi selama perjalanan.
Dan justru di situlah serunya.
Karena dalam perjalanan panjang, tujuan bukan satu-satunya hal yang menarik. Pemandangan, suasana, tantangan, sampai obrolan random bareng teman sepanjang jalur bisa menjadi bagian dari cerita.
Apalagi ketika mulai muncul pertanyaan klasik:
“Ini masih jauh nggak sih?”
Apa Bedanya Trekking dan Hiking?
Istilah hiking dan trekking memang sering digunakan secara bergantian. Keduanya sama-sama merupakan aktivitas berjalan kaki di alam, tetapi terdapat perbedaan umum dari karakter perjalanannya.
Hiking biasanya merujuk pada perjalanan berjalan kaki di alam dengan durasi yang relatif lebih singkat dan rute yang bisa diselesaikan dalam satu hari.
Sementara itu, trekking cenderung memiliki jarak dan durasi yang lebih panjang, dengan medan yang lebih bervariasi. Dalam beberapa perjalanan, trekking bahkan membutuhkan waktu beberapa hari sehingga peserta harus membawa perlengkapan bermalam.
Namun, tidak ada batasan universal yang benar-benar kaku antara hiking dan trekking. Karakter jalur, durasi, medan, serta kebiasaan di masing-masing daerah bisa membuat istilah tersebut digunakan secara berbeda.
Sederhananya, kalau perjalanan mulai membutuhkan strategi tenaga, pengaturan logistik, dan persiapan lebih matang, trekking bisa menjadi gambaran yang lebih tepat.
BACA JUGA: Mau Mendaki Gunung Ciremai via Apuy? Ini Estimasi Waktu Tempuhnya
Trekking Pemula, Apa yang Harus Disiapkan?
Buat yang baru mencoba aktivitas trekking, jangan langsung berpikir harus menaklukkan rute ekstrem.
Mulailah dari jalur yang sesuai kemampuan dan pilih perjalanan dengan durasi yang masih realistis.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Kenali Jalur
Sebelum berangkat, cari tahu karakter rute yang akan dilewati. Perhatikan jarak, elevasi, kondisi medan, sumber air, titik istirahat, cuaca, hingga kemungkinan adanya sinyal komunikasi.
Semakin panjang perjalanan, semakin penting informasi jalur yang kamu punya.
2. Atur Pace
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat trekking adalah terlalu bersemangat di awal. Baru beberapa kilometer sudah jalan seperti dikejar deadline. Padahal perjalanan masih panjang.
Atur kecepatan yang nyaman dan konsisten. Jangan menghabiskan seluruh tenaga di awal hanya untuk mengejar teman yang jalannya lebih cepat.
3. Perhatikan Asupan
Perjalanan panjang membutuhkan energi. Pastikan membawa air yang cukup dan makanan yang praktis dikonsumsi selama perjalanan. Camilan seperti cokelat, kacang, buah kering, atau makanan berenergi bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi.
Tetap sesuaikan jumlah bekal dengan durasi perjalanan dan kondisi jalur.
4. Cek Cuaca
Cuaca di alam bisa berubah dengan cepat. Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca dan siapkan perlengkapan untuk menghadapi kemungkinan hujan, angin, maupun suhu yang lebih dingin.
Jangan sampai baru turun hujan lalu bertanya:
“Kenapa tadi nggak bawa rain jacket?”
BACA JUGA: Packing Carrier untuk Mendaki Gunung? Terapkan Prinsip 4M Ini
Perlengkapan Trekking yang Jangan Sampai Ketinggalan
Karena durasi perjalanan bisa lebih panjang, perlengkapan trekking perlu dipersiapkan dengan lebih matang.
Beberapa perlengkapan yang bisa disesuaikan dengan karakter perjalanan antara lain:
– Sepatu trekking atau alas kaki yang sesuai medan.
– Tas dengan kapasitas sesuai durasi perjalanan.
– Pakaian yang nyaman dan sistem layering.
– Rain jacket atau perlengkapan pelindung hujan.
– Headlamp dan baterai cadangan.
– Air minum dan perlengkapan hidrasi.
– Makanan serta camilan berenergi.
– P3K pribadi.
– Peralatan navigasi.
– Sun protection seperti topi dan sunscreen.
– Trekking pole jika diperlukan.
– Sleeping bag dan perlengkapan camping untuk perjalanan bermalam.
Yang perlu diingat, jangan membawa semua barang yang kamu punya. Trekking bukan kompetisi siapa yang mampu membawa carrier paling berat. Bawa perlengkapan yang memang dibutuhkan dan sesuaikan dengan durasi, kondisi medan, cuaca, serta kebutuhan pribadi.
Trekking Gunung Butuh Persiapan Lebih
Trekking gunung memiliki tantangan tersendiri karena medan biasanya melibatkan tanjakan, turunan, perubahan elevasi, hingga kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Karena itu, persiapan fisik menjadi salah satu bagian penting.
Tidak harus langsung latihan ekstrem. Kamu bisa mulai dengan berjalan kaki secara rutin, latihan kardio, memperkuat otot kaki, serta membiasakan diri membawa beban secara bertahap.
Selain fisik, kemampuan mengatur tenaga juga penting. Tanjakan panjang bukan waktunya untuk membuktikan siapa yang paling kuat.
Pace pelan tapi konsisten sering kali lebih berguna daripada cepat di awal lalu kehabisan tenaga di tengah perjalanan.
Trekking Mengajarkan Satu Hal: Pace Setiap Orang Berbeda
Salah satu pelajaran paling penting dari perjalanan panjang adalah memahami bahwa kemampuan setiap orang berbeda.
Ada yang kuat di tanjakan.
Ada yang jago di turunan.
Ada yang mampu membawa beban berat.
Ada juga yang punya stamina luar biasa untuk berjalan dalam waktu lama.
Jadi, jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
Dalam trekking bersama tim, menjaga ritme perjalanan dan saling memperhatikan justru jauh lebih penting daripada menjadi orang pertama yang tiba di tujuan.
Karena perjalanan bukan cuma tentang siapa yang paling cepat sampai.
Tetapi tentang bagaimana semua orang bisa sampai dengan aman.
Trekking Bukan Sekadar Sampai Tujuan
Trekking mungkin terlihat sederhana: ambil tas, pakai sepatu, lalu berjalan. Namun semakin panjang perjalanan, semakin banyak hal yang harus dipikirkan.
Mulai dari kondisi fisik, cuaca, navigasi, perlengkapan, makanan, air, hingga kemampuan mengambil keputusan ketika kondisi tidak sesuai rencana. Dan mungkin itulah alasan trekking punya daya tarik tersendiri.
Karena semakin jauh kaki melangkah, semakin banyak cerita yang dibawa pulang. Kadang tujuan memang penting. Tapi perjalanan panjangnya bisa jadi bagian paling berkesan.
(mc/pd)





