
Foto: Google Images/reny rivariah
Mounture.com — Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, jalanan di berbagai daerah biasanya dipadati kendaraan. Masyarakat berburu takjil atau sekadar berjalan-jalan sore, tradisi yang populer disebut ngabuburit, istilah yang berasal dari bahasa Sunda.
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana ngabuburit berbeda, wisata alam Batu Luhur di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bisa menjadi pilihan menarik. Destinasi ini menawarkan panorama alam terbuka dengan latar pegunungan dan pemandangan matahari terbenam yang memikat.
Secara administratif, Batu Luhur berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kawasan ini terletak di kaki utara Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat.
Akses menuju lokasi relatif mudah. Pengunjung dapat melalui jalur Mandirancan menuju Pasawahan. Setibanya di depan masjid Desa Pasawahan, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Padabeunghar.
Namun, wisatawan perlu berhati-hati karena kondisi jalan cukup menantang. Jalan aspal yang dilalui memiliki kontur naik-turun, berkelok, dan cenderung sempit. Warga setempat bahkan menyebutnya sebagai jalan “cilukba” karena tikungannya yang tajam dan saling berhadapan.
BACA JUGA: Mendaki Gunung saat Puasa? Ini 5 Tips Biar Tetap Kuat dan Puasa Lancar
Selepas melewati jalan “cilukba”, pengunjung akan disambut hamparan ilalang hijau yang tumbuh di antara bebatuan hitam. Lanskap unik ini menjadi ciri khas Batu Luhur yang juga dikenal sebagai Rock Garden.
Mengutip informasi dari Taman Nasional Gunung Ciremai, hamparan batu hitam tersebut merupakan sisa material erupsi Gunung Ciremai ratusan tahun lalu yang membeku dan membentuk bentang alam eksotis seperti sekarang.
Perpaduan batuan vulkanik, ilalang, serta latar langit senja menjadikan tempat ini spot foto favorit, terutama saat Ramadan.
Salah satu daya tarik utama Batu Luhur adalah panorama luas yang menghadap ke arah Kota Cirebon dan kawasan Pantai Utara (Pantura). Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam dengan siluet perbukitan dan garis pantai di kejauhan.
Momen sunset inilah yang membuat Batu Luhur cocok dijadikan lokasi ngabuburit. Sambil menunggu waktu berbuka, pengunjung dapat menikmati udara sejuk khas pegunungan serta suasana yang lebih tenang dibanding hiruk-pikuk pusat kota.
Agar pengalaman ngabuburit semakin nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
– Pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena jalur cukup menanjak dan berkelok.
– Datang lebih awal untuk mendapatkan spot terbaik menikmati sunset.
– Tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak area bebatuan.
– Perhatikan cuaca, terutama saat musim hujan karena jalan bisa licin.
Dengan pesona alamnya yang unik dan panorama senja yang memukau, Batu Luhur Kuningan menjadi alternatif destinasi ngabuburit Ramadan yang patut dicoba.
(mc/pd)






