
Penampakan Gunung Barujari – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko
Mounture.com — Bagi pendaki yang melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Danau Segara Anak menjadi salah satu destinasi yang sulit dilewatkan.
Danau yang berada di dalam kaldera Gunung Rinjani tersebut bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah. Di tengahnya terdapat sebuah gunungapi yang menjadi salah satu ciri khas kawasan Rinjani, yakni Gunung Barujari.
Dari kawasan Danau Segara Anak, pendaki dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari memancing, berendam di sumber air panas, hingga bersantai menikmati lanskap pegunungan. Di saat yang sama, Gunung Barujari menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian karena posisinya berada di tengah danau.
Gunung Barujari merupakan gunungapi sekunder Gunung Rinjani yang tumbuh di dalam kaldera Rinjani. Gunung ini berada di tengah Danau Segara Anak dan memiliki ketinggian mencapai 2.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Nama Barujari dalam bahasa Lombok memiliki arti “baru jadi”. Keberadaannya tidak terlepas dari proses vulkanik yang berlangsung di kawasan Gunung Rinjani sejak terbentuknya kaldera.
Dikutip dari akun Instagram resmi Taman Nasional Gunung Rinjani (@btn_gn_rinjani), pada fase penghancuran gunungapi, Gunung Rinjani membentuk sebuah kaldera yang kemudian sebagian besar terisi air.
Kaldera tersebut kini dikenal sebagai Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian sekitar 2.010 mdpl.
“Danau ini berbentuk bulan sabit dengan luas sekitar 11.126 Ha dan memiliki kedalaman sekitar 160 sampai 230 m,” tulis TNGR melalui akun Instagram resminya.
Di sekeliling Danau Segara Anak terdapat dinding kaldera dengan ketinggian mencapai sekitar 650 meter. Dinding tersebut tersusun atas perlapisan batuan berupa lava dan piroklastik serta diterobos oleh berbagai bentuk dike dan sill.
Bentang geologi tersebut kemudian membentuk lanskap alami yang menjadi salah satu daya tarik kawasan Gunung Rinjani.
BACA JUGA: Jangan Panik! Ini Cara Aman Menghadapi Babi Hutan di Gunung
Kemunculan Gunung Barujari di tengah kaldera Rinjani berkaitan dengan aktivitas tektonik vulkanik yang berlangsung secara terus-menerus. Menurut TNGR, aktivitas tersebut memicu munculnya kerucut gunungapi baru di tengah kaldera yang kemudian dikenal sebagai Gunung Barujari.
Meski ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan Gunung Rinjani, Gunung Barujari bukan sekadar bukit yang berada di tengah Danau Segara Anak. Gunung tersebut merupakan gunungapi aktif yang memiliki catatan sejarah letusan sejak abad ke-19.
Salah satu aktivitas erupsi yang tercatat terjadi pada 2009. Letusan tersebut menghasilkan sejumlah material vulkanik, di antaranya kawah, kubah lava, endapan piroklastik, dan lahar.
Karena statusnya sebagai gunungapi aktif, kawasan Gunung Barujari tidak dapat dijadikan lokasi untuk didatangi secara bebas oleh pendaki.
TNGR menegaskan bahwa Gunung Barujari masuk dalam zona inti kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Oleh karena itu, pendaki tidak diperbolehkan mendekati gunungapi tersebut hingga radius 1,5 kilometer.
“Gunung Barujari merupakan gunung aktif dan masuk dalam zona inti kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, oleh sebab itu pendaki tidak diperbolehkan untuk mendekatinya hingga radius 1,5 km,” terang TNGR.
Aturan tersebut penting diperhatikan oleh pendaki yang berkunjung ke Danau Segara Anak. Meski Gunung Barujari menjadi salah satu panorama menarik dari kawasan danau, pendaki tetap harus menjaga jarak dan mengikuti ketentuan keselamatan yang ditetapkan pengelola.
Dengan demikian, keberadaan Gunung Barujari tidak hanya menambah daya tarik visual Danau Segara Anak, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kawasan Rinjani merupakan bentang alam vulkanik yang masih aktif dan memiliki potensi bahaya.
Bagi pendaki, menikmati keindahan Gunung Barujari dari area yang aman menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan mencoba mendekati gunungapi tersebut.
(mc/ns)





